ADA YANG HILANG

Posted: May 3, 2012 in Cerita Dari Jepang

ADA YANG HILANG

Setelah seminar di Bangkok kemarin saya shalat maghrib, yang menjadi Imam adalah orang Thailand, wajahnya mirip-mirip seperti Pak Udin atau Pak Amir di Indonesia, tidak ada bedanya. Bacaaanya juga faseh.
Itulah Bangkok kota yg selalu dikonotasikan Pusat “Dugem” ini ternyata memiliki 200 mesjid, dan 4000 mesjid lainnya di seluruh Thailand, 10 % penduduknya beragama Islam. Artinya 6.000.000 orang Thai adalah muslim.

Masyarakatnya ternyata rendah hati, apabila bertemu tamu selalu menghormat merundukkan wajahnya dan kedua tangan dirapatkan di dada seraya berkata : ” Sawasdee Kuurp “, artinya selamat pagi, atau selamat siang, atau selamat malam, semua sama, salam borongan yang praktis.

Menurut para diplomat Indonesia yg sudah tinggal bertahun-tahun di Negeri Gajah Putih ini, Orang Thailand umumnya jujur-jujur mirip seperti orang Jepang, dan sangat menghormati tamu. Pegawai pemerintahnya tidak suka “pungli ” ( rasuah ) sehingga investor asing seperti Jepang dan lain- lain suka membangun bisnisnya besar-besaran di sini. Disamping tempatnya memang aman.

Ketika saya pelajari apa penyebab rakyatnya memilki sifat jujur, rendah hati , baik dan mudah diatur, ternyata karena mereka hormat dan takut kepada Rajanya, yg dalam keyakinan mereka bahwa Raja adalah manusia keturunan Dewa. Setiap jam 8.00 mereka menyanyikan lagu Kebangsaan tentang Raja dan Negara semua hormat, juga orang yang sedang berjalan kakipun akan berhenti, kalau melanggar maka Anda akan dicemberuti ribuan orang.
Mereka yakin sekali bahwa kalau mereka korupsi, pungli atau berbohong maka kelak mereka Akan terkena hukuman Dewa dan berubah menjadi ular, berubah jadi tikus atau kecoa !
Mereka percaya dengan hukum karma.
Keyakinan itu terus dipelihara oleh Kerajaan, Pemerintah dan rakyatnya sendiri.

Bagaimana dengan kita ?
Korupsi kita terus merajalela, pungli dan rasuah di mana -mana, bohong sudah biasa.
Kita telah coba atasi ini semua dengan sistem dan hukum.
Waskat kita galakkan, tanyata semakin diawasi malah semakin nekat. Bahkan pengawas dan yang diawasi sudah sepakat.

Dulu kita kita masih takut dengan neraka, tapi sekarang orang mentertawakannya, bahkan orang-orang pintar itu selalu berkata : ” sudahlah jangan bicara tentang neraka, bicara yang ilmiah dan konkrit saja ! “. Kalau tidak percaya coba saja ketika sedang seminar atau rapat, acungkan jari lalu Anda ingatkan mereka tentang neraka dan surga, niscaya mereka akan menyeringai kepada Anda sambil memperlihatkan giginya .

Kita ini sudah sombong kepada Sistem Allah, kita mencoba memungkiri neraka dan akhirat Nya, maka inilah akibatnya, masyarakat kita kehilangan rasa takut akan neraka, kehilangan malu, akibatnya korupsi merajalela, pungli dan bohong itu biasa, pergaulan bebas itu ungkapan cinta !

Bangsa kita sesungguhnya adalah bangsa yang religius, mesjid kita saja di Indonesia berjumlah satu juta ! Ingatlah kita ini bukan seperti bangsa Barat yang mengandalkan sistem yang tidak beriman kepada Hari Pembalasan., tidak perlulah kita ikut-ikutan mereka.

Jangan malu-malu manjadi orang Islam, ceritakan tentang neraka dan syurga di tengah seminar ilmiah yang prestisius sekalipun. Percayalah tidak akan turun intelektualitas Anda.Orang akan tetap menghormati Anda. Toh akhirnya kita semua akan mati juga….

“Inilah neraka jahanam yang didustakan oleh orang-orang yang berdosa. Mereka berkeliling diantaranya dan diantara air yang mendidih yang memuncak panasnya.”
QS. Ar-Rahman ayat 43-44.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s