KELILING JEPANG BERMODAL Rp.1,3 JUTA (Sebuah Pelajaran Nyata)

Posted: April 29, 2012 in Cerita Dari Jepang

KELILING JEPANG BERMODAL Rp.1,3 JUTA
(Sebuah Pelajaran Nyata)

Bisakah keliling Jepang bermodal kurang dari 1,5 juta?Jawabannya pastilah bisa. Apalah yang tidak bisa dilakukan di dunia yang semakin sempit ini?Konon hanya ada tiga hal yang tidak dapat kita lakukan di dunia ini:jodoh, umur dan kematian. Diluar ketiga hal ini,kelihatannya bisa kita lakukan,bukan? Apalagi sekedar jalan-jalan!sangat mudah.Syaratnya hanya dua: punya uang dan semangat!.
Selama 5 hari lamanya penulis dan seorang sahabat (Doni radianto:Mahasiswa Master in electrical engineering Kumamoto University) melakukan muhibah dari satu kota ke kota lain. Menyinggahi kota-kota di kecil Kyusu dan kota-kota modern di Hokaido. Dari Tatsutaguchi sampai kota sebesar Tokyo. Mengagumi Jepang dari hal-hal kecil sampai kosmopolit dan kecanggihan yang dipamerkan disetiap sudut negerinya. Bertemu dengan masyarakat Jepang yang tertib dan metrosexual, atau sekedar mentertawakan keluguan,gumunan dan ke”ndesoan” kami.Sungguh sebuah muhibah yang memberi makna lebih.Tidak saja karena kesempatannya namun yang lebih penting adalah tawaran peradaban modern yang dipamerkan dan membuat kami semakin “iri” tingkat tinggi. Untungnya kecemburuan ini tidak membuat kami menjadi “galau”.
Memang, ini adalah perjalanan yang sangat melelahkan.Bayangkan saja,kami harus berangkat dari apato pukul 5 pagi dan baru sampai di Kyoto pukul 9 malam. Kurang lebih 15 jam kami duduk termanguh sesekali menertawakan keluguan dan kebodohan diri kami berdua. Bukit dan gedung-gedung menjulang tinggi menjadi hiburan disela-selanya. Jadwal perjalanan yang kami bawah menjadi salah satu sumber informasi perjalanan ini. Belum sekalipun kami berdua pernah mengunjungi kota-kota yang kami tuju. Apalagi kota sebesar Tokyo. Namun, selalu saja semangat memenangkan perjalanan ini pada kami berdua.
Jadwal perjalanan yang padat, ditambah lagi dengan jadwal perpindahan dari satu stasiun ke stasiun lain yang relatif singkat membutuhkan tenaga dan ketahanan tubuh yang prima. Alhamdulillah kami berdua diberi limpahan itu.Ratusan terowongan telah kami arungi, puluhan stasiun telah kami singgahi, ribuan gedung telah menjadi saksi akan indahnya perjalanan ini.
Tidak henti-hentinya kami mengagumi bagaimana bagusnya manajemen transportasi di Jepang. Meski tiap hari badan jalan harus menahan jutaan mobil,namun tidak sekalipun kami menemukan kemacetan,apalagi suara dengingan klakson mobil-mobil yang tidak sabar untuk segera sampai tempat tujuan. Atau cacian antar pengemudi karena merasa mereka yang benar!. Pun juga kami bisa menikmati betapa pejalan kaki dan pesepeda angin bisa dengan leluasanya berkendara di samping mobil-mobil itu tanpa merasa kuatir akan keselamatannya. Semua terjadi begitu indahnya.
Kami berduapun sering melempar pandangan jauh keluar jendela untuk sekedar membayangkan jika hal ini terjadi di Indonesia. Betapa indahnya hidup ini saat pengemudi tidak berebut untuk giliran pertama,saat tidak ada suara klakson yang memekikkan telinga dibarengi umpatan-umpatan yang tidak pantas. Betapa indahnya Indonesia kita ini jika semua pengendara memahami dan menghormati hak orang lain di jalan. Saat anak anak bisa berjalan dengan tenangnya ke sekolah tanpa dibayangi oleh “kematian-kematian” Karena sikap ugal-ugalan pengendara yang sering kita temui di jalanan Indonesia.Ah,Tertib itu memang indah sekali,tidak hanya menyejukkan mata yang memandangnya,namun juga mententramkan hati yang merindukannya.Dan tertib itu adalah pelajaran pertama dari perjalanan ini.
Perjalanan yang tertib itu tidak bisa serta merta terjadi tanpa adaanya yang satu ini. Dan itu adalah tepat waktu. Makanan apa lagi tepat waktu itu?mengingat keterlambatan seakan tidak pernah hilang dalam kehidupan kita.Ketepatan waktu ini mengingatkan kami akan lagu Iwan Fals:Sampai stasiun kereta pukul setengah 1,Tanya loket dan penjaga”kereta tiba pukul berapa?biasanya kereta terlambat,2 jam sudah biasa!. Benar jugalah yang dikatakan Iwan dalam lagunya. Terlambat sudah biasa!.Jam karet!.
Pelajaran kedua:tepat waktu,kami temukan dalam perjalanan ini. Tidak pernah sekalipun kereta yang membawa kami dari satu kota ke kota lainnya terlambat bahkan 1 menit pun. Konon warga Jepang hanya mentolelir keterlambatan itu kurang dari 5 menit!ya kurang dari 5 menit. Mungkin kalau di tempat kita, 5 menit belumlah dikatan terlambat ya?.

Ada cerita menarik tentang fenomena ketepatan waktu diatas dengan budaya yang terjadi di Indonesia. Konon seorang raja menginginkan semua warganya berkorban 1 sendok madu yang dikumpulkan di alun-alun kota. Kerajaan menyediakan satu bejana besar untuk menampung sumbangan madu dari warganya. Hari pengumpulan telah ditentukan dan semua orang melakukan instruksi itu. Namun,semua orang kemudian berfikiran lain.”saya akan menyumbang satu sendok air saja, saya yakin yang lain madu,dan hal ini tidak akan ketahuan sang raja. Alhasil, ternyata semua warga memiliki pikiran yang sama:sesendok air. Akhirnya bejana itu terisi oleh air semua dan tidak ada sedikitpun madunya. Itulah yang sering kami lakukan saat diminta tepat waktu. Kita menganggap bahwa orang lain bersikap sama dengan kita dalam memenuhi undangan dan ketepatan waktu itu. “Mungkin belum pada dating, ntar aja lah, 30 menit lagi,dan celakanya semua undangan berfikiran sama!.
Dua pelajaran menarik ini semoga bisa kami jadikan pundi-pundi peradaban yang akan memperkaya sekaligus membuat aktifitas kami di Indonesia semakin berbobot. Menjadikan kami berdua selalu menghargai waktu dan sekaligus tepat waktu dalam menjalankan aktifitas sehari-hari. Karena dua hal sederhana itulah yang akan menyelamatkan Indonesia dari karut marut selama ini.
Oh ya,saya hampir lupa,keenakan cerita perjalananannya sampai lupa membahas 1,3 jutanya. He he he,maaf ya,habis galau benar kalau ga ditulis kedua pelajaran diatas. Kami menggunakan karcis 18 kippu,ini adalah karcis bebas keliling Jepang selama 5 hari atau 2 hari untuk 2 hari. Murah dan dijamin pelayanannya tidak kalah dengan kereta kelas eksekutif di Indonesia. Semoga anda memiliki kesempatan yang sama dengan kami untuk menikmati Jepang dengan harga murah dan menyenangkan!Tunggu cerita selanjutnya tentang perjalanan ini ya?dijamin lucu dan seru!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s