Akhir tahun dan Awal tahun di Jepang

Posted: August 19, 2011 in Cerita Dari Jepang
Tags:

Akhir tahun dan Awal tahun di Jepang
In Serba-Serbi Jepang on Januari 5, 2011 at 3:06 am

Tahun baru dan akhir tahun keduanya adalah masa yang paling sibuk dalam kehidupan masyarakat Jepang. Akhir tahun sejak tanggal 23 Desember adalah libur panjang di universitas tempat saya mengajar, di berbagai perkantoran libur akhir tahun berbeda-beda, namun tanggal 29 Desember orang Jepang mulai memenuhi angkutan umum, jalan-jalan untuk mudik.

Jika biasanya bepergian ke Tokyo dengan Shinkansen tidak perlu pesan reserved seat, karena non reserved seat masih lowong, maka pada akhir tahun menurut Japan Railway persentase penumpang shinkansen mencapai 150%. Artinya, banyak penumpang yang berdiri ! Oleh karenanya bepergian di tanggal-tanggal 28,29,30,31 hingga tanggal 3 Januari hendaknya memesan tiket jauh-jauh hari.

Di rumah-rumah Jepang pada akhir tahun mereka mengadakan “ousouji” (bersih-bersih rumah) yang umumnya harus dikerjakan bersama keluarga, karenanya semuanya perlu mudik🙂 Setelah ousouji mereka akan menikmati mouchi, dan hidangan “osechi” (lihat gb). Tetapi apakah ada orang Jepang yang tidak mudik ? Ya, tetangga kamar saya, kakek dan nenek tidak mudik. Setiap hari saya mendengar suara radio diputar kencang-kencang oleh nenek, dan kakek di sebelah kiri kamar saya masih terdengar suara batuk-batuknya. Saya sama dengan mereka tidak bisa pulang kampung di tahun baru. Namun alasan kami mungkin berbeda. Saya karena tidak ada dana jadi tidak pulang, sedangkan mereka mungkin karena tidak ada keluarga. Seperti banyak dilaporkan belakangan ini persentase orang tua Jepang yang tinggal sendiri bertambah. Suatu problem kehidupan keluarga dalam masyarakat maju.

Sumber : http://chibariyo.up.seesaa.net/designimg/osechi.jpg

Toko-toko menawarkan “fukubukuro” (福袋), yaitu lucky bag yang isinya sejumlah produk yang dihargai lebih murah. Untuk membeli ini di beberapa toko terkenal, orang-orang Jepang sudah antri sejak malam. Misalnya saja toko Apple Inc. menawarkan fukubukuro seharga 30 ~60 ribu yen yang diincar banyak orang karena isinya adalah iPad, iPhone nano, dan beberapa asesoris Apple lainnya. Toko-toko elektronik menjadi penuh dengan pembeli karena pada akhir tahun semua produk dijual murah, karena sebentar lagi produk baru akan dirilis. Saking cepatnya produksi barang-barang elektronik, harga-harga produk lama pun semakin turun, terkecuali beberapa produk yang memang terkenal bagus, seperti laptop Panasonic Let’s Note, yang harganya tidak bergeming dari sekitar 160 ribuan ke atas.

Tahun ini bulan Juli, semua channel TV di Jepang akan menggunakan Digital TV yang dikenal dengan program 地ディジ化(chidijika). TV yang saat ini masih berlaku di Jepang adalah Analog TV. Dengan berlakunya Digital TV kelak, semua TV-TV analog tidak bisa menangkap siaran, alias hanya akan muncul “semut-semut burem” di layar TV. Oleh karenanya sudah sejak setahun yang lalu himbauan untuk mengganti TV dan mempersiapkan antena khusus Digi TV disiarkan di layar TV dan diiklankan besar-besaran. Efek kebijakan ini tentu saja akan membawa proses pembelian TV baru atau mungkin tidak membeli TV sebab TV lama tetap dapat dipakai hanya saja perlu penambahan ISDB (Integrated Service Digital Broadcasting) receiver. Sayangnya ISDB receiver cukup mahal di Jepang, sehingga sekalipun dikampanyekan tetap saja konsumen bergerak lambat meresponnya.

Akhir tahun di Jepang juga ditandai dengan siaran 24 jam beberapa channel TV, dan siaran ulang sebagai kompilasi beberapa acara menarik. Pada tanggal 31 Desember saya menikmati 6 jam siaran “Ikegami Akira Manaberu Nyuusu” yang menyampaikan pengetahuan berharga dari berbagai berita yang ada. Sejumlah kajian menarik tentang kelahiran dan status agama Yahudi, Kristen dan Islam disajikan, juga tentang poligami. Tampaknya Pak Ikegami dan mungkin ilmuwan Islam Jepang lebih memahami tentang eksistensi poligami ketimbang orang Islam🙂 Pada kesempatan acara tersebut pemirsa diberi kesempatan bertanya lebih jauh tentang tema yang dibahas melalui telepon, dan sangat mencengangkan ada puluhan ribu penanya yang dijawab secara berketerusan di sela-sela pembahasan tema. Sayangnya hanya ada 100 pertanyaan yang bisa diselesaikan hingga akhir acara. Saya sangat puas menonton acara ini sekalipun hingga jam 1 pagi.

Tidak sama dengan Indonesia atau negara lain yang membunyikan terompet atau sama-sama menghitung detik-detik menjelang akhir tahun, tidak ada satupun channel TV di Jepang yang melakukan ini. Acara-acara akhir tahun berlangsung seperti biasa ketika jam menunjukkan pukul 00.00. Memang ada beberapa TV yang menyiarkan suasasan pergantian tahun di negara lain, tapi tidak ada pawai atau parade terompet seperti di Indonesia. Ya, di akhir tahun tampaknya banyak orang Jepang yang berdiam di rumah, atau bepergian ke luar negeri. Mereka sangat diuntungkan dengan yen yang tinggi, sehingga biaya melakukan perjalanan ke luar negeri menjadi cukup murah bagi orang Jepang🙂

Begitulah, akhir tahun tidak terlalu hiruk pikuk di sekitar apartemen saya, tetapi di luar sana, melalui layar TV saya menyaksikan jalanan yang menghubungkan antar provinsi macet total, dan pertokoan ramai diserbu pada saat awal penjualan tahun baru (初売り)yaitu tanggal 2 Januari. Lalu, TV-TV mulai ramai mewawancarai para pejabat, artis, selebritis, petani, warga biasa tentang bagaimana tahun 2011, tahun kelinci ini.

Bagaimana kondisi ekonomi Jepang tahun ini, adalah topik yang paling banyak dibicarakan. Sebagian besar pesimis dengan kondisi yen yang masih tinggi dan politisi yang masih bertengkar. Sekalipun demikian semuanya harus punya kepercayaan diri untuk mengawali dan menghadapi tahun ini, sebagaimana saat ini saya menyaksikan berita tentang pasar ikan maguro yang dibuka dengan tradisi Jepang. Penjualan maguro pertama seberat 342 kg dengan harga mencengangkan, 32,49 juta yen yang dibeli oleh seorang pemilik restoran di Sapporo.

Demikianlah masyarakat Jepang meninggalkan dan menghadapi tahun baru dengan penuh keunikannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s