JAPAN:Here I Come (Part 5)

Posted: April 6, 2011 in Uncategorized

Butiran sisa air hujan masih menetes di kaca-kaca gedung kedutaan itu.Buliran-bulirannya menempel dihampir seluruh permukaan jendelanya. Dari balik tirai jendela aku bisa menyaksikan lalu lalang aneka kendaraan yang silih berganti memijat badan jalan. Busway datang dan pergi,menurunkan dan menaikkan ribuan orang setiap harinya di halte Bundaran HI itu.Ditrotoar sisi kanan dan kiri jalan itu banyak orang berjalan dengan cepat menghindari serbuan butiran-butiran air hujan.Sesekali aku melihat orang berlari sambil menaruh tangan kanannya tepat diatas kepalanya.Hal ini dia lakukan untuk memfungsikannya layaknya sebuah payung.Meski ga bisa menghindarkan dari kejatuhan air, tetapi bisa sedikit melindungi kepalanya. Banyak orang yang percaya,sederas apapun hujan itu, asal kepala kita tertutup,dijamin tidak bakalan pilek dan meriang.Benar tidaknya gimana ya?aku mengamini aza.
Dan ketika sedang asyik-asyiknya aku mengamati keriuhan di jalanan itu,tiba-tiba aku dikagetkan oleh suara Ridha yang menghampiriku sesaat setelah keluar dari ruang atase.”Ayo mas k e Blok M. Mendengar kata blok M asosiasi kita langsung melaju ke tempat dimana aneka barang dijual dengan harga yang miring dibanding kalau misalnya beli barang sejenis di pasar atau perbelanjaan di daerahku.Langsung saja aku anggukan kepalaku sebagai tanda setuju atas tawarannya.Itung-itung buat buah tangan bagi yang dirumah.Bedanya beli di Jakarta sama di Banyuwangi jelas sekali prestisnya he he, sejelek apapun barang itu,kalau ditambahi kata-kata”beli di Jakarta” nilainya pasti tinggi.
Kami putuskan naik-lagi-lagi-busway.Dua hari di Jakarta rasanya tidak afdhol kalau merelakan busway pergi begitu saja tanpa kita naiki.Maklum di desa kami yang ada hanyalah taksi omprengan,lama berhentinya daripada lancarnya.Kayaknya kalau jalan berdua ma Ridha sama-sama enaknya.Maklum kami berasal dari daerah yang nun jauh disana,saya dari sebuah daerah pegunungan di Banyuwangi, Ridha berasal dari daerah terpencil di Kalsel:Muarabahan.Kalau kita sudah familiar dengan cerita petualangan Tarzan Pergi Ke Kota,kayaknya ini cerita sama namun lain actor,jadinya:Guru Pergi Ke Kota.Beruntung sekali saya dapat ke Jakarta,meski sudah menginjak usia 30 an ini.Andaikan murid-murid Tanya setidaknya dengan sedikit berbangga aku bisa katakan Jakarta itu begini dan begitu.Saya yakin anak didik saya mendengar dengan penuh kekaguman dan kebanggaan bahwa gurunya sudah tahu Monas, Senayan,HI dan pernah naik busway.Siiiplah,Pokoknya tetap bisa jaga gengsi di depan mereka (Jaim banget yaa).
Oh ya, kok nglantur kemana-mana ya, padahal tadi mau cerita perjalan ke sarang penyamun,maksudku ke Blok M. Betapa Lucunya naik busway,bagaimana tidak lucu,disaat penumpang lain berebut tempat kursi:duduk,rebahkan badan dan memejamkan mata alias istirahat,aku justru memilih berdiri.Pilihan ini bukan tanpa alasan loh.Tebak apa alasannya ?ya anda betul.Dengan berdiri aku bisa dengan jelas memandangi kemegahan Jakarta dengan gedung dan fasilitas umumnya yang lengkap. Anda bisa bayangkan jika saya duduk,pandangan terbatas dan hanya bisa memandang lurus kedepan.Jadi sangat tidak sopan jika dalam posisi duduk aku tolah toleh apalagi memalingkan badan saat melihat objek baru yang musti diamati dan dikagumi.Beruntung juga tangan ini tidak main tunjuk saat melihat “keanehan-keanehan”peradaban arsitektur beton kota Jakarta.
Mungkin anda bertanya-tanya, mengapa dari bagian 3 pek 5 yang diceritakan busway melulu. Apa ga ada lainnya,misalnya naik pesawat ato apa lah. Naik pesawat,misalnya, sudah seumuran tua ini, aku belum pernah merasakan duduk dikursi empuknya, saya benar-benar belum merasakannya,kalau lihat sih sudah beberapa kali,apalagi saat melintas di atas rumahku,he he he.So, mohon pengertiannya ya?
Lanjut, tiba di Blok M,aku turuni tangga entah menuju kemana,menuruninya mengingatkanku lorong sejenis di Stasiun Kota Malang.Lorong itulah yang dulu menyimpan banyak kenangan manis saat belajar di Malang.Keluar dari terowongan kecil itu, dihadapanku sudah berjajar ratusan outlet kecil yang menjual aneka barang.Dari nasi pecel sampai imitasi produk merek terkenal.Disaat asyik memandangi aneka produk jualan di blok M, getar Hp memaksaku memungutnya dari dalam saku kanan celana kain hitamku.”Bisa khan ry……..?.”Okey” jawabku singkat membalas sms itu.Hari itu aku telah berjanji untuk bertemu sahabat sewaktu kami belajar di malang.Dia memang asli Jakarta.Sebelum berangkat ke Jakarta beberapa yang lalu,aku sempat ngobrol di facebook tentang rencanaku ke Jakarta.Karena aku masih awam,sedikit banyak informasi darinya sangatlah penting.
Setelah puas mengelilingi Blok M,anehnya tak ada pembelian apapun karena tipisnya isi dompet,kami lanjutkan cari makan siang. Setelah itung-itungan dan melihat isi dompet, warung/tenda kaki lima di sisi kanan Bank Mandiri menarik kami untuk menghampirinya.Meski doku nipis,untuk warung sekelas itu pastilah tidak terlalu menguras kocek di dompet kami.Beda jika kami mampir ke MacD,A&W atau fast food restaurant lainnya.Aku bisa melihat dengan jelas tulisan di depan rombong penjuall itu.Ya,tulisan terbuat dari cat merah itu memang sangat mengkilat. “KETOPRAK”, makanan khas Jakarta.Aku memamng penasaran,apaan sih itu.Aku langsung nylonong masuk ke tendanya,kelihatan sangat kotor tempatnya, dibelakang kami duduk, ada got dan air didalmnya kelihatan hitam,menandakan tingkat kekotorannya yang tinggi,sesekali kami disuguhi oleh bau tidak sedap dari got itu.Karena lapar, semua gangguan itu tidak mempengaruhi selera makan kami.Ternyata ketoprak tidak jauh beda dengan Tahu Lontong di tempat kami.Menurutku masih enak tahu lontong, karena bumbunya benar-benar maknyuuuuuus.
Kami putuskan berpisah dengan Ridha setelah makan siang itu.Tiba-tiba aku ingat kembali janji ketemuan itu.Dia meneleponku untuk sekedar mengingatkan janji kami.Saya segera meluncur ketempat kami akan bertemu dengan dua sahabat.Setelah shalat magrib kami meluncur ke sebuah mall di bilangan Jakarta Barat.”Tunggu aku di Pintu masuk Carefour ry”katanya singkat.Kutelusuri pintu masuk mall itu untuk mencari teman kami berdua itu.Lama nian kami mencarinya namun tak kunjung datang.”HP ku tertinggal,dengan sedikit tidak percaya aku keheranan saat mengetahui hp yang tertinggal disaat momen penting itu.Bagaimana aku bisa berkomunikasi,15 menit berselang,masih belum ketemukan mereka berdua.Seisi carefour telah kami telusuri layaknya serdadu yang menyisir sarang mush, dan hasilnya :NIHIL. Lalu kami putuskan untuk menuju kearah luar mall itu. Di kejauhan aku melihat seorang ibu yang menggandeng anaknya sedang menuruni tangga berjalan itu.Semakin dekat aku semakin tidak asing dengan wajahnya,yang meski terpisah sepuluh tahun lebih,aku masih ingat dengan jelas wajahnya.”Vie……..aku mendekatinya”,kulihat dia sedikit surprise bertemu denganku.Karena begitu lamanya kami tidk ketemu.Dia yang kukenal 10 tahun yang lalu, tidak jauh berbeda,masih seperti dia yang dulu,ngomong khas Jakartanya, dan ceplas-ceplosnya itu.Yang berbeda hanyalah bahwa dia kini memiliki malaikat kecil disampingnya.Lucu sekali anaknya,kelihatan sekali jika kasih sayang orang tuanya terekspresikan dari gerak dan kepercayaan dirinya.Kami kemudian saling memandang,ternyata ketemu juga,ujung timur Jawa dan Ujung Barat.”Ry….ayo kita ke atas”,aku ikuti saja dia,kulihat anaknya begitu riangnya berjalan sambil berjingkrak dan sesekali berlari kecil di depan kami.”Ry…ga ada restaurant lagi, ayo kesini ry.Dia membawa kami ke sebuah fast food restaurant.Tempat asing ketiga setelah Jakarta dan kedutaan Jepang.Seumur hidup ini tidak pernah makan di fastfoodResto semacam itu.”Mau makan apa Ry?tanya dia padaku.”Ayo kesini ry…..?katanya memintaku menuju meja masak.”Aku ngikut saja vie, jawabku singkat.Jawabanku ini adalah senjata paling jitu,mengingat memesannya saya tidak pernah,apalagi mencicipinya.Setelah duduk,kami saling berbagi cerita,begitu asyiknya,percakapan akami diselingi oleh tingkah laku anaknya yang lucu.”Aduh,”kata anaknya merontah.Rupanya kepalanya terbentur meja yang ada didepan kami.Sikecil itu rupanya bermain dikolong bawah meja,hingga kepalanya membentur dinding dalam meja yang terbuat dari flywood itu.”Ga papa khan?kata ibunya.Si anak hanya tersenyum.Saat dia tersenyum,aku bisa menyaksikan barisan giginya yang sudah tanggal.Makanan datang, dan kami lalu menyantapnya, sepotong daging ayam,kentang goring,dan soup.”Ah ternyata,rasanya enak,ga sama kaya ayam goreng di tempatku,he he he.Satu lagi minumannya itu membuat tenggorokanku bersendawa.rasanya kayak minyak angin.Belum pernah aku meminumnya.Aku baru tahu kemudian jika yang ku minum adalah saparila (kalau ga salah dengar dan salah tulis,benar ga vie?).Kenangan ini akan terus menyertaiku dalam merangkai mimpi ini.Kebaikannya dan ketulusannya akan selalu menjadi inspirasi untuk berkarya.Aku sungguh bersyukur pada Allah dipertemukan dengannya,supportnya menambah kepercayaan diriku.Oh ya aku hampir lupa mengenalkan temanku itu.Namanya Evie Sufiani,dia dulu teman sekelasku saat di UMM,dulu ketika mahasiswa dia pinter banget dan yang selalu kuingat adalah kreatifitasnya.Dan anaknya yang kepalanya terantuk di meja bernama Rafika Ainun Azka (benar khan namanya vie?).Ya Allah terima kasih karena masih diberi nikmat yang luar biasa ini.Best wishes to my dearest friend:Evi Sufiani and his little angel:Rafika,may god bless u always.Udah dulu bagian ke lima cerita ini, kita lanjutkan di episode ke enam ya, tunggu ya?

Comments
  1. EVIE SUFIANI says:

    :))))))))))) ………. very nice post!
    Ga heran jadi guru hebat, setiap detailnya hapal sekali. Cerita yg menarik pak guru, seperti rangkaian kata menarik bikin ga mau berhenti membacanya.
    Btw, minuman itu namanya Rootbeer, (*namun bukan beer yg bikin mabuk)
    ty so much, wish u all the best my fav teacher. =)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s