Japan:Here I Come (part 1)

Posted: March 6, 2011 in Uncategorized

Merasakan dan menikmati pendidikan di Jepang adalah impian yang selalu muncul di benakku.Benak dan anganku selalu dislimuti oleh bayangan indahnya jepang saat musim semi dan dingin. Dua musim yang tidak pernah kutemui disini:Indonesia.Keinginan itu semakin mengebu-gebu sesaat setelah aku resmi menjadi PNS. Kumulai langka itu dengan membuat resolusi pencapaian target belajar di negeri sakura. Live mapping itu kemudian kutempel di meja kerja ruang belajarku. Tepat dan berhadapan langsung dengan meja kerjaku. Setiap waktu aku selalu memandanginya, kadang anganku melayang jauh ke jepang tanpa bisa ku malarangnya.
Maka saat googling di bulan Desember 2010, aku bulatkan tekadku untuk apply beasiswa Teacher Training (monbukagakusho) untuk tahun 2011. Persiapan aku mulai, setiap surfing aku selalu menyempatkan membaca postingan teman-teman yang lebih dulu mengenyam pendidikan di Jepang. Aku sangat senang membaca posting dan pengalaman Murni Ramli.Dari pengalaman yang ditulis murni Ramli itulah kemudian semangatku semakin tebal tuk meraih impian ini.Menulis purposes of study adalah pekerjaan berat bagiku, karena aku ingin benar-benar tulisan ini berbobot, ku habiskan 3 minggu lebih untuk bongkar pasang kata-katanya. Tidak terasa waktu deadline berkas beasiswa kurang seminggu.Alhamdulillah berkas itu akhirnya kelar juga. Tepat Hari Kamis, tanggal 20 Januari 2011 dengan express mail Pos Indonesia aku kirimkan berkas lamaran beasiswa tersebut.Bismillah, akhirnya berkas itu meluncur ke Atase Pendidikan Kedutaan Besar Jepang di Jakarta. MInggu berikutnya adalah saat yang membuatku cemas dan khawatir menunggu info ujian tulis. Kubuka website Kedutaan Besar Jepang beberapa kali namun pengumuman lolos administrasi tidak nongol juga. Hati ini semakin gundah ketika seminggu menjelang ujian kabar berita itu belum juga ada.Aku semakin pasrah dan ikhlas mungkin aku tidak lolos administrasi. Sejenak aku lupakan beasiswa itu, rencana kedua aku otak-atik kembali untuk apply ADS 2012.Hari Selasa Tanggal 8 Februari 2011, aku mencoba sekali lagi untuk melihat pengumuman via web site kedutaan.Lagi-lagi hasilnya Nihil,aku coba googling dengan kata kunci peserta yang lolos administrasi, belum selesai googling itu, aku dikejutkan oleh getaran dan suara nyanyian di celanaku, saat itu aku yakin bahwa panggilan itu pasti dari kedutaan.Kuambil pelan-pelan Hp di saku sebelah kiri celana ku”Hatiku semakin deg-degan saat melihat kode Surabaya “+6231XXXXX”Selamat Pagi?Kami Dari kedutaan besar Jepang,Bapak Heriyanto Nurcahyo di undang untuk mengikuti Ujian Tulis, Mohon dicatat ya tempat dan persyaratan yang dibawah……………..Alhamdulillah ya Allah,aku semakin yakin bahwa ini adalah rejeki dan jalanku untuk belajar di negeri sakura.Ujian hari Senin 14 Februari 2011 itu dilaksanakan di MMT ITS Jl.Cokroaminoto 12 A Surabaya.Kereta Mutiara Timur tengah malam itu membawaku ke Surabaya. Tepat pukul 05:00 pagi aku menginjakkan kaki di Surabaya. Turun dari kereta ku langsung shalat subuh. Sehabis mandi dan makan aku langsung naik taxi. Lucunya, supir taxi dan saya sama-sama tidak tahu dimana letak tempat ujian itu. Informasi kecil yang aku tahu adalah bahwa tenpat ujian itu berdekatan dengan Hotel Mercure (tempat saya mengambil lisensi Hypnosis beberapa bulan yang lalu). Akhirnya tempat ujian kutemukan juga.Tepat pukul 10:00 saya tiba di tempat ujian tulis. Yang ternyata adalah pusat bahasa (british Council) ITS. DIsana sudah kulihat puluhan orang antri registrasi ulang dengan menunjukkan KTPnya. “Kok masih muda-muda”gumamku dalam hati saat melihat peserta ujian . Ternyata dugaanku keliru. Mereka bukan peserta penataran guru melainkan pertukaran mahasiswa jurusan bahasa jepang.Diselah-selah menunggu ujian tulis aku berkenalan dengan peserta lainnya.Sebut saja namanya Robert dan Ridha. Robert adalah lulusan S2 Bahasa Inggris UM, dan mengajar di sebuah MTs Swasta disamping sebagai dosen luar biasa di UIN.Sedangkan satu yang lain-Ridha- adalah seorang PNS dan mengajar di Kalimantan Selatan.Setalah saling berkenalan dan bertegur sapa, aku pamit kepada mereka berdua untuk ke toilet. Kepergianku ke toilet bukan semata-mata untuk buang air melainkan wudhu dan shalat dhuha.Shalat sunnah yang tidak pernah aku tinggalkan. Aku shalat di musholla kecil nan kumuh di kampus itu. Setelah shalat dhuha 2 raka’at aku langsung lanjutkan shalat hajat 2 rakaat. Aku bermunajat pada Allah”Ya Allah jika beasiswa ini aladah rejekiku,maka mudahkanlah jalanku tuk meraihnya”amien.”Shalat Dhuha to?”Tanya Robert padaku, aku hanya tersenyum.Lalu kami bertiga menuju laboratorium bahasa untuk menunggu waktu ujian yang masih tersisa 3 jam lebih.Kami mulai baca-baca buku, buku pertama yang kubaca adalah Reader Digest Edisi terbaru, beritanya beragam, aku langsung membuka rubric humor, ditengah ketegangan menunggu ujian tulis, aku masih bisa sedikit terhibur dengan membaca humor itu. Kulihat Robert terus mengotak-atik kumpulan soal ujian tulis beasiswa monbukagakusho tahun-tahun sebelumnya,sambil sesekali menjelaskan dan memprediksi soal yang akan keluar.Dia kelihatan sangat serius,kemampuannya juga relative bagus, dilihat dari kemampuannya menjelaskan soal padaku (maklum dia lulusan S2 Bahasa Inggris UM). Dilain pihak Ridaha asyik bercengkrama dengan muridnya yang kini kuliah di ITS.Tidak terasa diruang berpendingin itu kami sudah duduk selama 2 jam. Tepat jam 12:00,Kami berdua lalu shalat Dhuhur bersama di musollah kotor tadi itu. Selesai shalat Robert kembali ke Bristish Council, sedangkan aku tidak berbelok ke British Council, namun turun ke luar kampus itu tuk cari makan siang. Kulihat tidak ada warung makan disekitar kampus itu.Kelihatannya kampus itu berada di komplek perumahan yang tergolong elit. Disebelah kiri kampus itu ada sebuah klenteng, disebelah kiri pintu masuk klenteng itu ada warung makan kaki lima kecil,disitulah aku makan siang. Menu kesukaanku ikan laut, ditambah soup dan sambal,akhirnya makan siang itu menambah energiku tuk mengikuti ujian tulis hari itu.
Tepat pukul 13:15 kami masuk ruangan yang cukup luas. Didalamnya sudah tertata rapi kursi dengan masing-masing nomer peserta diatasnya. 15 adalah nomer ujianku. AKu tepat duduk di depan pengawas, baris kedua. Ada yang aneh yang aku rasakan saat duduk. Kuamati perlahan-lahan.Ya, keanehan yang menyebabkanku semakin optimis jika aku dapat beasiswa ini. Tempat dudukku ternyata lain-dari peserta lainnya. Benar-benar lain, kuamati setiap kursi peserta dan hanya kursiku yang lain.Ini adalah pertanda dari Allah bahwa Monbukagakusho adalah rejekiku. Amin. Soal dibagikan, waktu pengerjaannya hanya 60 menit (1 jam). Jumlah soalnyapun tidak sedikit:55 butir soal PG. Karena aku sudah mengerjakan soal-soal tahun sebelumnya, aku tidak banyak mengalami kesulitan meski soal itu teramat sulit. Alhamdulillah aku bisa mengerjakan soal iutu tepat waktu. Tepat pukul 14:30 kami selesai mengerjakan soal, dan saat itulah kami keluar dan sekedar bertanya satu sama lain tentang soalnya. Setiap pertanyaan meluncur,selalu kutemui jawaban bisa,ya bisa,semoga kita bisa lulus ujian tulis gumamku dalam hati lagi.Akhairnya ujian tulis hari itu selesai, aku pulang ke Banyuwangi, tiba di rumah pukul 11 malam, langsung shalat isya kemudian tidur.
Selanjutnya, harapanku adalah bisa lolos ujian tulis yang katanya diinformasikan awal bulan Maret. Diakhir bulan februari aku menerima sms dari Robert yang menanyakan kabar ujian tulis.”Awal Maret diinformasikan”jawabku singkat melalui pesan singkatku.Namun,hampir tiap malam aku selalu mengunjungi website kedutaan untuk mengecek hasil ujian tulis.Sama seperti tahap pertama, hasilnya selalu nihil.Namun aku tidak pernah putus asa untuk mengunjunginya. Februari hampir meninggalkan kita, senin Tanggal 28 Februari 2011, setelah mengajar di kelas XII IPS1 aku pamit pulang sebentar. Setelah makan, aku kembali ke sekolah, ditengah perjalanan terbersit olehku untuk mengunjungi web site kedutaan jepang lagi. Sepeda aku belokkan di warnet dekat tikungan depan sekolah kami. AKu mulai melihat tamnpilan-demi tampilan di website kedutaan,namun yang kucari tidak kutemukan juga. Aku coba buka emailku,tidak ada balasan terkait pengumuman hasil ujian tulis. Kembali aku menjadi gundah dan kawatir jika aku tidak lolos, tapi aku tetap berada di depan computer,tepat pukul 10:15 Hp ku berbunyi,dengan perasaan deg-degan aku lihat ternyata nomer panggilan berkode Jakarta +6221XXXXXX,bahagia bercampur deg-degan jadi satu, Alhamdulillah, aku lolos ujian tulis dan segera ke Jakarta Tanggal 8 Maret 2010 untuk Wawancara. Segalanya kupersiapkan,tips-tips wawancara efektif aku baca, ditengah persiapan itu, tanpa sengaja aku menemukan buku yang bercerita tentang kisah inspiratif dan perjuangan pelajar Indonesia di Jepang. Buku yang sangat tepat aku baca menjelang wawanacara. Aku semakin yakin bahwa Inilah lagi pertanda dari Allah bahwa monbukagakusho adalah rejekiku. AKu semakin bersemangat dan percaya diri menyambut wawancara itu.Dengan naik Bus Safari Dharma Raya aku akan meluncur ke Jakarta pada hari Minggu Tanggal 6 Maret 2011.Aku yakin,aku bisa melaluinya sebagaimana ujian tulis”Ya Allah yang maha pemurah dan pemberi jalan, berikanlah jalan ke jepang iniu dengan kemudahan dan barokah darimu.Hatiku semakin yakin dan optimis bahwa kesuksesan itu akan aku dapatkan kembali hingga kau benar-benar belajar di negeri sakura jepang.Bagimana wawancara saya dengan atase pendidikan, simak ditulisan kedua saya.Carve diem,Seize the day

Comments
  1. EVIE says:

    Saya ikut senang Pak Guru. Insya Allah berjalan lancar. Amien

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s