MERETAS JALAN MENUJU PRESTASI TINGKAT DUNIA

Posted: December 1, 2010 in Gagasanku

(dimuat di Jawa Pos,2 Desember 2010)

Destarana Jalu Wuryantara namanya,atau sering dipanggil dengan sebutan singkat Jalu. Siswa Kelas XI IPA3 SMA Negeri 1 Glenmore ini berhasil menorehkan prestasi yang membanggakan. Tidak saja bagi Keluarga besar SMA Negeri 1 Glenmore melainkan juga bagi Bangsa dan Rakyat Indonesia. Dia merupakan satu diantara dua duta Indonesia di ajang International Youth Exchange Programme 2010 yang berlangsung selama 2 minggu di Jepang.Kegiatan ini sepenuhnya didukung oleh JAPAN RED CROSS (PMI nya Jepang) dan berlangsung di beberapa tempat di Jepang. Beruntung sekali saudara Jalu mendapat kesempatan untuk mengunjungi kota bersejarah di dunia. Mendengar nama kota ini, pikiran kita akan langsung melayang ke perang dunia ke II saat bom nuklir dijatuhkan oleh tentara sekutu. Ya, Hiroshima nama kota dimana saudara Jalu berkesempatan untuk mengunjunginya. Disamping banyak belajar tentang peristiwa Bom Nuklir Hiroshima, saudara Jalu juga berkesempatan untuk belajar bersama dengan siswa-siswi sebuah sekolah menengah di Hiroshima. Dia -selama 3 hari- menimba ilmu bersama-sama di Hiroshima Shinjo High School. Sebuah sekolah menengah di Hiroshima yang memiliki disiplin dan karakter pendidikan yang cukup di segani.Belajar di sekolah ini selama 3 hari mampu memberikan semangat tersendiri bagi dirinya. Mengingat selama ini kedisiplinan sebagai barang yang sangat langka di sekolah-sekolah kita. Kedisiplinan bangsa Jepang memang tidak diragukan lagi, di dunia pendidikan, kedisiplinan itu benar-benar mewujud menjadi budaya sekolah. Menurut Jalu, kedisiplinan itu tertanam dan menjadi bagian tidak terpisahkan dari keseharian pelajar di Jepang. Baik disiplin tentang penggunaan waktu maupun tugas-tugas sekolah.”Mereka datang ke sekolah 30 menit sebelum jam pelajaran dimulai”kata Jalu. Lebih lanjut dia mengatakan bahwa selama belajar bersama di sekolah menengah tersebut dia merasa kaget dengan waktu belajar yang cukup lama untuk ukuran Indonesia. “Mereka mulai belajar di sekolah sejak jam 8:00 pagi dan berakhir pukul 18:30 petang.Anehnya mereka sangat menikmati sekali belajar di ruang-ruang kelas”urainya lagi. Yang lebih membanggakan lagi, tiap siswa mengumpulkan diary tiap pagi. Diary ini bercerita tentang pengalaman sekaligus kemajuan dan hambatan-hambatan yang mereka hadapi sehari sebelumnya. Dan ada waktu khusus bagi mereka untuk dibacakan masing-masing diary nya oleh sang guru. Sebuah pengalaman belajar yang begitu mengagumkan.
Dalam kesempatan untuk berbagi pengalaman dengan dewan guru, komite dan muspika, saudara Jalu juga mengungkapkan kekagumannya atas budaya disiplin di sekolah Jepang tersebut. Kedisiplinan inilah yang kemudian coba diterapkannya nanti di SMA Negeri 1 Glenmore. Keinginannya untuk membagikan sekaligus mencoba untuk membangun budaya disiplin di SMA Negeri Glenmore ini mendapat dukungan sepenuhnya dari Komite sekolah dan MUSPIKA Kecamatan Glenmore.”Pengalaman saudara Jalu ini akan menjadi asset berharga untuk membangun budaya sekolah yang lebih baik di masa mendatang”ujar Ketua Drs. Imam Akhmari -Komite SMA Negeri 1 Glenmore. Hal senada juga disampaikan oleh Kepala SMA Negeri 1 Glenmore-Drs.Sudiwinoto. SMA Negeri 1 Glenmore membutuhkan figur-figur penggerak kedisiplinan. Kedisiplinan adalah kunci berharga dalam membangun kualitas sekolah yang lebih baik. Karenanya kesempatan dan prestasi saudara Jalu mengikuti pertukaran pelajar tingkat dunia akan memberi motivasi tersendiri bagi civitas akademika SMA Negeri 1 Glenmore” ujarnya lagi.
Tampaknya upaya untuk belajar budaya disiplin bangsa Jepang yang dikemas melalui bedah pengalaman antara saudara Jalu dengan Anggota OSIS dan Perwakilan Kelas bertema “MERETAS JALAN MENUJU PRESTASI TINGKAT DUNIA” juga mendapat apresiasi yang bagus dari siswa. Eriyanti Eleganty-siswa kelas XII- mengatakan bahwa “pengalaman Jalu akan mendorong kita untuk memberikan yang terbaik bagi sekolah dan masa depan kita”ujarnya yang langsung mendapat aplaus dari peserta bedah pengalaman yang lainnya. Demikian juga yang dirasakan dan diharapkan oleh Amir-siswa kelas X4-. Dia berharap bahwa pengalaman berharga dari saudara Jalu bisa dimplementasikan dalam budaya sekolah, seluruh siswa siap mendukung upaya ini” ujarnya lagi.
Drs.Sudiwinoto dalam pesannya mengungkapkan ucapan terima kasih yang tiada terhingga kepada pihak-pihak yang telah mendukung baik materi maupun imateri. Ungkapan terima kasih yang pertama diucapakan pada Bapak Abdullah Azwar Anas, M.Si, Bupati Banyuwangi yang telah memberi dukungan berarti hingga Saudara Jalu bisa berangkat ke Jepang. Seluruh pengurus Markaz Palang Merah Indonesia (PMI) Banyuwangi atas dukungan dan bimbingannya, PT.London Sumatra Tbk, Radar Banyuwangi dan pihak-pihak lain yang baik secara langsung dan tidak langsung membantu proses kegiatan ini. Semoga di tahun mendatang prestasi tingkat dunia akan direngkuh kembali oleh SMA Negeri 1 Glenmore

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s