Tip Praktis NLP#80: Mister Bean “Hanya 5 menit Bos Nyebelin Jadi Wakakakak…”

Posted: November 23, 2010 in HypnosNLP

“Ampun!!! Saya mau berhenti aja. Saya nyerah deh… Saya sudah tidak tahan dengan Bos saya yang nyebelin banget, mana gaji gak naik-naik. Huh! Sebel!”

Demikian emosi seorang teman ber-bbm (Black Berry Messenger) pada saya suatu sore. Karena sedang marah dan tidak bisa menelpon, akhirnya sayapun memandu dia via tulisan chatting di bbm tadi. Hanya sekitar 5-10 menit kemudian, dia sudah tertawa-tawa kembali. Kok, bisa? Itulah ilmu NLP he he… Sama hebatnya seperti PLN, yakni sama-sama menerangi mata hati yang redup.

Anda mau mencoba ide ini?

Namun, ada syaratnya. Anda harus punya (minimal) seseorang yang Anda tidak sukai. Sepertinya saya mendengar suara dalam hati Anda yang mau mengatakan: “Saya punya banyak, tauk!”. Ha ha ha, ketahuan. Ya, umumnya kita punya beberapa koleksi orang-orang yang tidak kita sukai, yang dibenci, yang disebelin, yang membuat pusing, yang membuat mual perut ini. Hanya kita belum tahu saja cara menetralkan rasa ini. Baik, mari kita mulai. Siaaap ya…

Sumpah Tutup Mulut

Sebelum memulai latihan ini, Anda harus bersumpah dengan diri Anda sendiri. Yakni Anda tidak boleh menceritakan kepada siapapun gambaran orang yang telah Anda rubah di dalam benak Anda. Apalagi pada orang yang bersangkutksan. Sangat rahasia. Cukup untuk koleksi pribadi ya… Setuju? Kalo ya, lanjuuut…

Tahap Persiapan:

Tarik nafas dulu yang dalam, agar siap untuk mual lagi sejenak, sebelum menjadi netral. Lalu, hembuskan melalui mulut sebanyak-banyaknya. Lakukan beberapa kali sampai terasa lebih nyaman…

Sekarang pejamkan mata. Lalu, bacalah kalimat berikut ini dengan mata terpejam. Ha ha ha… kok, nurut aja. Ya, gak mungkinlah. Gimana dong, memandunya? Gunakan Handphone atau alat perekam digital lainnya, untuk merekam dulu panduan berikut ini. Bacalah kalimat berikut ini dengan kecepatan 1/3 lebih lambat dari kecepatan rata-rata bicara Anda.

Namun, jika Anda bisa melakukan panduan ini dengan mata terbuka, ya baik sekali. Silakan saja…

Jadilah Mister Bean

Saya sangat yakin akan sangat sulit untuk membayangkan Mister Bean berada di depan Anda. Sulit sekali bukan, membayangkan di depan Anda terjatuh dari langit seorang yang sangat cerdik, lihat, pintar, pandai namun sangat lucu, yakni Mister Bean yang matanya besar, hidungnya sangat mancung, tersenyum sangat lebar dan idenya sangat nakaaal…

Sedemikian sulitnya, sehingga Anda sekarang malah tersenyum-senyum melihat Mister Bean di depan Anda dan siap Anda sedot, siap di hisap masuk ke dalam diri Anda dalam hitungan satu tarikan nafas. Satu… Dua… Tiga… Sedot si Mister Bean bersamaan Anda menarik nafas dan “Boom” Andapun menjadi Mister Bean yang tersenyum lebar, senyuman nakal seorang bocah cerdik… Nikmati sejenak menjadi Mister Bean sampai terasa “gila”-nya. Baru lanjutkan ke tahapan berikutnya.

Panduan Mister Bean-pun dimulai…

1. Bayangkan “Bos Nyebelin” atau orang lain yang tidak Anda sukai, atau seseorang yang ingin Anda “lupakan” berdiri setengah jongkok di depan Anda. Agar dia bisa berdiri stabil, rubah bentuk kakinya seperti kaki bebek yang lebaaar ha ha ha… Bisa nggak? Kalo bisa, buat makin lebar dan makin lebar, biar berdirinya stabil. Harus bisa yooo, wong kita sedang main dengan pikiran kita sendiri, kok!
2. Nah, kita mulai dari atas. Mari kita menjadi tukang cukur rambut. Kira-kira rambutnya mau diapain? Dibuat gondrong, dibuat botak, dibuat pitak ha ha ha… atau disisakan sepotong rambut berbentuk pulau Kalimantan ha ha ha? Lakukan sekarang juga. Baru dilanjutkan ke tahap berikut ini…
3. Sekarang, mari jadi tukang rias. Kulit mukanya mau diganti warna apa? Jadi berwarna albino? Jadi berwarna hitam pekat? Atau berwarna hijau ular keket ha ha ha… Lakukanlah sekarang juga! Bisa, kan? Baru lanjut lagi…
4. Yok, wajahnya kita beri cat warna-warni. Gimana kalo di-cat warna bendera negara tertentu? Seru, kali ya… Silakan di-cat semau Anda, terus kupingnya di cat warna pink hi hi hi, kayak lagi ngerayain hari Valentine. Lalu, boleh juga ya bulu di kupingnya ditarik dan terus ditarik sampai jadi panjangnya 2 meter ha ha ha… Lalu, cat warnya jadi warna uban… Lakukan sekarang! Bisa, kan? Baru lanjut lagi…
5. Matanya dibuat bulat jengkol, kali ya? Atau sipit hanya garis-garis hi hi hi… Atau, dibuat hitam semua ya tapi sereeem. Ehm, putih semua, gimana? Silakan diatur. Hidungnya mau dimancungkan atau dibuat rata ha ha ha… Lalu, bulu hidungnya dibuat sangat panjang panjang kayak kumis dan jenggot he he… Di-bonding, keren kali ya? Atau, diwarnai warna putih metalik? Ayo, dibuat gila sedikit he he…
6. Nah, Anda pasti sudah punya ide untuk meramu mulutnya ya…? Bibirnya mau dibuat dower, kan? Giginya mau diwarnai kuning duren, kan? Juga, mau dibayangkan giginya panjaaang dan besaaar, item-item hiii sereeem…
7. Oke, bajunya mau dipakaikan baju tidur piamanya Mister Bean yang garis-garis atau yang model jerami, jadi bisa kelihatan “itu”-nya ha ha ha… Apa tuh? Ya, nggak tahu. Karena itu imajinasi Anda…
8. Nah, sekarang Anda boleh menambahkan dia berlari-lari atau mondar-mandir di catwalk seperti seorang foto model atau suster ngesot he he…
9. Silakan terus bermain-main dengan pikiran Anda, sebebas mungkin, seliar mungkin, segila mungkin, selucu mungkin…. Yang perlu diingat adalah ini hanya untuk bermain dengan pikiran Anda sepikiran Anda, bukan untuk menceritakannya ke orang lain. Kunci yang terpenting setelah bermain dengan pikiran Anda, adalah memetik…

Hikmah

Rasakan perasaan Anda sekarang. Apakah makin nyaman, apakah lebih nyaman, apakah lebih enak? Semoga demikian. Lalu, yang terpenting adalah pada saat emosi dalam diri kita sudah netral lagi, kita secepatnya memetik butir-butir hikmah dari kejadian yang telah kita alami dengan orang tersebut.

Heninglah sejenak, putarlah kembali pengalaman bersama orang tersebut. Amati, amati dan amati. Pasti ada sebutir hikmah yang bisa diambil. Pasti ada… Dan, ambillah. Simpanlah dalam hati. Agar terjadi perubahan yang lebih baik dalam diri ini.

Kadang pundak kita menjadi lebih kuat saat ada tekanan. Kadang, hambatan membuat diri ini menjadi lebih kreatif. Kadang, suara kasar melatih hati menjadi lebih sabar. Kadang, makian membangunkan diri yang tertidur. Kadang, didiamkan membuat kita sadar ada kekeliruan dalam diri… Tinggalkan masalahnya, hanya petiklah hikmahnya.

Kekuatiran saya

Nah, persoalannya sekarang. Bagaimana jika Bos Anda juga baca artikel ini. Dia pasti tahu perubahan wajah Anda, yang sebelumnya tertekuk sebel, kok sekarang tiba-tiba jadi senyum-senyum sendiri…

Semoga Bos Anda menyapa: “Baca artikel Mister Bean niih yeee…”. He he he rasain, elo! Saya gak mau bertanggung jawab, aaah… Akhir kata, saya ingin menyampaikan sponsor berikut ini:

Adalah hak Bos Anda untuk marah-marah

Adalah hak Bos Anda untuk nyebelin…

Namun,

Adalah hak Anda juga untuk bekerja dengan baik.

Adalah hak Anda juga untuk memberikan yang terbaik.

Adalah hak Anda juga untuk memaafkannya.

Adalah hak Anda juga untuk tetap mencintainya.

Penerbangan Jakarta menuju Padang, Selasa pagi 24 November 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s