Tip Praktis NLP#65: Black and White “Terapi Buang Energi Negatip dalam Tubuh

Posted: November 23, 2010 in HypnosNLP

Berawal dari pertemuan saya dengan rohaniwan Buddha, Banthe Khamsai dari Thailand, saat kami bareng melayani jadi pembicara. Diundang oleh salah satu perusahaan di pedalaman Riau, sekitar Juni tahun 2008 lalu, ternyata berbuah karma baik yang cukup panjang.

Tidak disangka, suatu saat saya dikejutkan dengan undangan menjadi pembicara di Vihara Menteng oleh salah seorang umat beliau. Saya sungguh sangat grogi, karena saya diminta sharing mengenai Meditasi, di depan ratusan umat Buddha yang tentunya meditasi adalah menu makanan sehari-hari. Namun, saya putuskan untuk berbagi saja, saya sangat yakin saya akan belajar sesuatu dari kesempatan ini.

Setelah sesi sharing dan sedikit latihan meditasi NLP ala saya he he he, tiba-tiba saya dikerubuti umat yang hadir, sempat kaget dan tenyata pada minta tanda tangan saya di buku Share The Key yang mereka beli he he… Oke, oke, oke… Share The Key-pun ludes…

Buah Karma Lainnya

Adalah tanpa disangka, saat makan siang, ada seorang “Pertapa” spiritual moderen (karena pakaiannya gaya orang sekarang) mendatangi saya dan dengan senyum lembut ”menitipkan” sebuah teknik meditasi nafas, sebuah teknik meditasi terapi membuang energi negatif dalam tubuh. Thank GOD, betapa beruntungnya saya ini…

Sungguh saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas kepercayaan ini, saya berjanji akan menggali lebih lanjut tentang teknik terapi nafas ini, setelah itu akan saya bagikan ke orang banyak. Salah satunya, melalui tulisan ini yang saya posting di PortalNLP.com, juga akan saya bawakan saat siaran acara “Terapi Musik” di Radio Sonora.

(Rencananya, akan udarakan pada hari Minggu, 19 April 2009 jam 22:00-24:00 tengah malam)

Terapi Nafas Plus Visual

Teknik terapi ini sungguhlah sangat sederhana, namun setelah saya uji coba untuk diri saya sendiri dulu dalam beberapa bulan ini, di berbagai kesempatan, sungguh luar biasa. Saya terus menjadi lebih sehat dan lebih sehat.

Kuncinya hanyalah menyadari saja nafas masuk dan nafas keluar.

Urutan prosesnya demikian:

1. Ambillah posisi tubuh yang nyaman, boleh duduk, boleh bersila, tiduran jika dirasa perlu, misalnya saat mau tidur.
2. Diawali dengan berdoa, sesuai iman Anda masing-masing, sungguh sebuah kegiatan yang baik sekali dan sangat indah, karena berdampak menyejukkan.
3. Lalu, tariklah nafas yang perlahan dan pelan saja, lakukan dengan lembut. Demikianpun saat menghembuskan nafas…
4. Setelah Anda merasa makin nyaman, barulah mulai ditambahkan visual dan gambaran yang berupa warna berikut:
1. Warna PUTIH saat tarik nafas, yang bermakna energi bersih.
2. Warna HITAM saat buang nafas, yang disimbolkan sebagai energi kotor.
5. Dengan demikian siklusnya seperti ini:
1. Bayangkan energi PUTIH BERSIH yang bersih masuk ke dalam tubuh, bersamaan saat tarik nafas, lalu bergerak membersihkan seluruh tubuh.
2. Setelah itu, bayangkan seluruh energi HITAM KOTOR keluar dari tubuh, saat menghembuskan nafas.
3. Terus lakukan sampai Anda merasa makin bersih dan makin bersih. Makin putih dan makin putih…
6. Jika ada bagian yang sakit di daerah tertentu tubuh kita, boleh juga fokuskan aja energi PUTIH BERSIH tersebut masuk melalui nafas, membersihkan bagian tubuh yang sakit tersebut, lalu bayangkan energi HITAM KOTOR keluar saat menghembuskan nafas. Terus lakukan dan lakukan, sampai Anda merasa warna hitam sudah lenyap dari dalam tubuh Anda.

Penjelasan “ilmiah” NLP-nya

Ya, supaya gak dibilang ilmu aneh, yok dibahas sedikit ilmiahnya, walau gak ilmiah juga sih ha ha ha…. Tapi paling nggak, mantes-mantesinlah yooo.

Kenapa mesti PUTIH, bukan HIJAU?

Alasan pertama, takut dibilangnya memihak partai tertentu he he he… Jadi dipilih putih aja, biar netral. Alasan kedua, warna PUTIH disepakati oleh orang banyak sebagai warna bersih. Ya, sudah… diikuti saja.

Kenapa mesti HITAM, bukan COKLAT?

Alasan pertama, warna cokelat sudah dipake sebagai nama Band, jadi nanti bukannya energi negatif yang keluar, takutnya malah pada main band ha ha ha..

Nggak tahu kenapa, (sebenarnya gak perlu tahu juga sih mengapanya) menurut Mbah Bandler, si Pencipta NLP, warna trauma, warna phobia, warna akar kepahitan, warna pengalaman negatif itu ternyata setelah ditelusuir, warnanya GELAP yang identik dengan HITAM. Ya, dari pada saya sibuk mikirinnya lagi, ya anggap aja HITAM itu energi negatif. Gitulah, kira-kira penjelasannya.

Nah, kalo ada yang nanya bahwa penjelasan si Krishnamurti itu gak NLP, ya gak apa-apa juga. Wong, gak penting kok NLP apa nggak, yang penting bisa berguna yooo…

Kapan saya melakukannya?

Saat tubuh merasa mulai lelah.

Setelah sebuah pelatihan atau seminar selesai.

Saat berada di pesawat terbang, dari pada bengong gak ada kerjaan.

Saat macet di jalan, khususnya di jalan tol jalan bebas hambatan he he.

Saat mau tidur, atau kapan saja saat saya merasa perlu membuang energi negatif dalam tubuh saya.

Kombinasi dengan kegiatan lain

1. Setelah latihan ini, kadang saya minum air Purence yang berasal dari udara, seperti air embun. Sambil mem-visual-kan ada energi bersih yang masuk, berupa air murni (bukan air aki mobil, lho ya he he).
2. Sering juga, saya mandi bersih-bersih, seperti membersihkan energi negatif yang nempel di tubuh. Menggosokkan sabun lulur yang ada butir-butirannya, sebuah ide tambahan yang menarik.
3. Kadang saat saya sedang di-Terapi Ozon, saya membayangkan seluruh energi negatif keluar melalui buang nafas dan energi baru masuk bersama Ozon ke dalam darah saya… Sungguh sangat membantu proses terapi diri agar tetap sehat dan fit.

Silahkan kombinasikan dengan kegiatan Anda masing-masing yang sesuai dengan kebutuhan Anda sendiri.

Tanya jawab #1:

Tanya: “Bagaimana mempertanggungjawabkan metode ini secara klinis?”

Jawab: “Bagaimana kita bisa mendapatkan hasil klinisnya, jika Anda tidak pernah mencobanya?”

Tanya jawab #2:

Tanya: ”Bagaimana bila klien kita malah merasakan efek negatif dari metode ini?”

Jawab: “Saya belum pernah mendapat masukan yang negatif dari kebiasaan kita bernafas”

Tanya jawab #3:

Tanya: “Mungkinkah muncul halusinasi?”

Jawab: “Mungkin saja, namun mendingan halusinasi dari pada kasarisasi he he…”

Tanya jawab #4:

Tanya: ”Apakah Anda yakin metode ini bisa berhasil?”

Jawab: ” Tauk ah, gelap! Nanya melulu. Dicoba dulu nape he he…”

Harapan Pemberi Amanah

Sejak awal pertemuan dengan si pemberi Amanah, sang “Pertapa” Buddhist tersebut, saya terus melatih diri dan sudah merasakan sangat banyak dampak positip dari metode ini, karena saya sudah menguji coba untuk diri saya sendiri, harapan saya semoga berguna dan berhikmah juga untuk orang lain, ditengah mahalnya pengobatan moderen saat ini.

Yang terpenting adalah bila Anda merasakan ada buah hikmah dari teknik ini, monggo dibagikan ke orang lain orang lain. Baiknya tanpa memungut bayaran… demikian amanah si pemberi.

Semoga saja berhikmah… Ya, semoga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s