HYPNOSIS #21: Love for Live; ciptakan cita lewat cinta

Posted: November 23, 2010 in HypnosNLP

a. Cinta dalam narasi budaya
“Cerita cinta nggak ada matinye “kata kawan saya, Bang Suryadi, asli Betawi. Karya-karya sastra penuh dengan cerita Cinta dengan ragam rupanya. Romeo and Juliet, Layla wa Majnun, Siti Nurbaya dan Syamsul Bahri, Galih dan Ratna, adalah tokoh-tokoh Cinta romantik. Sejarah peradaban manusia pun dipenuhi pula dengan cerita Cinta. Julius Cesar-Cleopatra-Mark Anthony dari Negara di sekitar mediterania. Atau dari nusantara Koesno (kelak dipanggil Soekarno) -Inggit Garnasih-Fatmawati. Bahkan kitab-kitab suci agama pun menyenandungkan kisah Cinta. Kita mengenal sosok Rama dan Sinta juga Yusuf dan Zulaikha.

b. Cinta kalau toh perlu didefinisikan

Cinta itu keadaan. Cinta itu State. State Cinta yang unik ini terdengar dalam sejumlah syair. “Cinta itu seperti kupu-kupu yang terbang tinggi hinggap di mana saja yang ia ingini” kata tembang di era 80-an. “Jatuh Cinta berjuta rasanya, biar siang biar malam amboy rasanya” senandung Edi Silitonga, “Cinta itu bukanlah logika” nyanyian Agnes Monica.

Cinta itu berupa pikiran. Tentu saja bukan pikiran analitik. Bukan pula pikiran sistematik, juga bukan pikiran logic apalagi argumentative. Kepada seorang yang sedang jatuh cinta, mubazir mengingatkannya untuk menggunakan ketajaman logika, juga menyadarkannya dengan fakta-fakta. Pikiran dalam State Cinta adalah pikiran yang dipenuhi dengan lambang. Pikirannya masuk ke dalam jenis pikiran heuristic, yang sangat digerakkan oleh emosi.

Cinta itu adalah cara mengindra. Dalam state Cinta uniknya seluruh panca indera sekalipun digunakan dengan cara yang sama namun menelurkan hasil pengindraan yang lain bahkan bertentangan. Kadang ini jadi ukuran kedalaman State Cinta seseorang. “Kalau cinta sudah melekat, tahi kucing serasa coklat” kata seorang remaja, menyatakan berubahnya kualitas representative system dan cara beresponnya.

Cinta itu adalah perasaan bahkan gabungan ragam perasaan yang bertentangan. Harap-cemas, rindu-dendam, riang-sedih, berani-takut galau menjadi satu.

Cinta itu adalah perbuatan. Perbuatan yang dilandasi state Cinta didasari kesiapan berkorban, merendah, menghamba , melayani dan kesiapan menistakan diri, bahkan meleburkan (meniadakan) diri sendiri.

c. Cinta itu keadaan hipnotik

Bila Anda perhatikan ulang, dalam State Cinta, seseorang itu mengalami depotentiate critical thinking. Anda temukan pula dalam State Cinta seseorang itu Fokus dan fix attention . Anda juga tahu dalam State Cinta, seseorang itu bisa masuk ke dalam dirinya dan menyatu. Anda mungkin pula tengarai dalam State Cinta, kata-kata dari orang yang menjadi objek cinta diikuti tanpa prasarat.

Dari pengamatan tersebut ternyata State Cinta mempunyai ciri-ciri : depotentiate critical thinking, Fokus dan fix attention , masuk ke dalam dirinya dan menyatu (trance). kata-kata diikuti tanpa prasarat. Ciri-ciri tersebut adalah cirri-ciri dari keadaan Hypnotic.

Bila demikian halnya, dengan prinsip utilisasi, maka untuk pemanfaatan bagi penyembuhan , pembelajaran dan kesuksesan, State Cinta yang pernah dialami seseorang dapat diAKSES, diAMPLIFY, diANCHOR dan diAPPLY.

d. Terapi Cinta

Berangkat dari prinsip hypnosis, maka Anda dapat membuat ramuan terapi Cinta untuk pemberdayaan diri. Prinsip ramuannya adalah :

1. Carilah tempat yang relatif tenang
2. Tetapkan apa yang menjadi outcome Anda
3. Anda dapat memulai dengan berdo’a kepada Tuhan yang Cinta adalah salah satu dari namaNya.
4. Ingatlah kembali sebuah peristiwa Cinta yang pernah Anda alami di masa lalu, bisa berupa Cinta yang romantic, Cinta Ibu atau Pengasuh Anda, Cinta Sahabat Anda, dll.
5. Akses peristiwa Cinta tersebut, akses kembali dengan seluruh panca indra
6. Intensifkan (Amplify) dan rasakan menjalar ke seluruh tubuh,
7. Temukan pusat energinya (Centre) , kemudian
8. Buatlah jangkar (Anchor) bisa berupa kata (misalnya anda gumamkan “CINTA), gerakan (misalnya mengetuk jantung Anda), pengecapan (misalnya membangkitkan rasa manis diujung lidah Anda), bayangan (misalnya membayangkan gambar jantung ), penciuman (misalnya membaui parfum yang Anda sukai).
9. Bayangkan Anda sedang berproses mencapai outcome Anda dengan disertai energi Cinta.
10. Lakukan proses ini berulangkali hingga energi Anda untuk bergerak dari keadaan saat ini menuju ke keadaan yang diinginkan menjadi otomatis.
11. Anda dapat mengakhiri latihan ini dengan berdo’a kepada Tuhan , yang kasihNya selalu menyertai Anda untuk berterima kasih.

e. Berlatih

Setelah Anda mengenal dasar pemikiran, prinsip hypnosis dari State Cinta dan proses terapinya. Sekarang saatnya Anda berlatih dan bereksperimen dengan diri Anda sendiri.

f. Epilog

Contoh-contoh penanganan kasus dengan Terapi Cinta akan digelar pada tulisan terpisah. Sambil menunggu dengan sukacinta, selamat berlatih, berlatih dan berlatih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s