we scoop up to recall an ocean” Indonesia Belum Menyerah

Posted: November 11, 2010 in My Paf's writers

we scoop up to recall an ocean”
Indonesia Belum Menyerah
OPINI
Bondan Wibisono

“Indonesia, my country right or wrong. If it is Wrong, make it Right. If it is Right, keep it Right “

Waktu adalah seperti anak panah yang meluncur dengan kecepatan dan ketinggian konstan, menyusur langit, laut, gunung dan pepohonon; pagi, siang dan malam, dan membawa purnama bergulir ke titik nadir. Ini adalah saat yang berat bagi kapal besar yang bernama Indonesia yang bocor di sana sini dan diterpa oleh parahara laut yang ganas, dengan piston megap-megap—karena bahan bakar yang banyak dijarah di sana sini oleh para pencoleng—memukul-mukul ruang pembakaran guna menghasilkan energi yang diperlukan untuk memutar baling-baling guna mendorong kapal besar ini menuju pulau harapan.

“Indonesia belum menyerah!” pekik Majalah Tempo dalam edisinya memperingati Hari Pahlawan 10 November yang lalu.

Indonesia belum menyerah, kapal besar, yang bocor di sana sini, kapal besar yang sedang oleng diterpa prahara laut yang ganas memang belum menyerah. Tetapi apakah memang ada pilihan selain dari tidak menyerah?

Persoalannya, sejauh mana kita—yang berada di anjungan Kapal Indonesia yang bocor di sana sini, kapal besar yang sedang limbung diterpa prahara—paham, ingin dan mampu menerjemahkan ungkapan yang sederhana, tetapi kuat makna, dan merupakan sesuatu yang niscaya itu dalam keseharian kita.

Dan, 10 November saat ini:

Melihat berita-berita, baik media cetak, online, dan televisi, saya menjadi heran. Di mana-mana orang membicarakan “Obama Pulang”. Mudah-mudahan saya salah mengamati. Ah, bukannya itu wajar? Kan hari ini hari Obama? Tapi, saya juga dalam kesadaran diri, jika bertanya ‘dimana patriotisme’? Patriotisme adalah hasrat atau devosi untuk mempertahankan sebuah negara. Ada konsep pengorbanan dalam patriotisme, yang berakar dari rasa persaudaraan yang kuat dalam bangsanya.

Dalam cerita pewayangan Ramayana dikisahkan, Prabu Dasamuka atau Rahwana dari kerajaan Alengka menculik Dewi Sinta, permaisuri Sri Ramawijaya. Akibatnya Sri Rama yang dibantu pasukan kera berusaha menyerang Alengka. Dalam penyerangan tersebut, Sri Rama mendapat bantuan dari Wibisana, adik kandung Rahwana, yang membocorkan rahasia kekuatan pasukan negerinya. Sedangkan pasukan Alengka kemudian diperkuat oleh Kumbakarna, juga adik Rahwana, meski dalam hati kecilnya ia juga tidak menyetujui tindakan kakaknya menculik Sinta. Wibisana dan Kumbakarna sebenarnya sama-sama melakukan tindakan patriotisme. Hanya saja, caranya yang berbeda karena penafsiran mereka terhadap patriotisme juga berbeda.

Bagi Wibisana, menyelamatkan Alengka berarti memusnahkan pemerintahan yang lalim agar kelak ia dapat membangun Alengka kembali dengan pemerintahan yang lebih baik. Sedangkan bagi Kumbakarna, tanah airnya harus dijaga dari serangan pihak asing. Ia berperang bukan untuk membela sifat angkara Rahwana, tetapi demi menjaga keutuhan negerinya.

Ah, sudahlah.

Sebuah catatan renungan di ‘Hari Pahlawan’ dan rasa malu, karena ’semangat patriotisme” yang beberapa kali dalam keadaan-keadaan obyektif di tengah masyarakat yang terkungkung, bagaikan berjalan di atas rel kereta api, namun belum paham akan tujuan. Tetaplah berpijak dari keyakinan ‘belum menjadi pahlawan’ bagi diri sendiri, dan sebarkanlah semangat untuk membangun kedaulatan Indonesia Raya yang sungguh-sungguh berjiwa patriotik.

Di ufuk ‘Pada Suatu Ketika’ Sujiwo Tejo:

Wong takon wosing dur angkoro

Antarane riko aku iki

Sumebar ron ronaning koro

Janji sabar, sabar sak wetoro wektu

Kolo mangsane, ni mas Titi kolo mongso

Pamujiku dibiso

Sinudo kurban jiwanggo

Pamungkase kang dur angkoro

Titi kolo mongso

Catatan ini untuk sahabat-sahabat BW di pengungsian, relawan, TNI, Polri, dan seluruh pelosok negeri, bahwa Indonesia Belum Menyerah.

Salam BW

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s