PENDIDIKAN BERWAWASAN LINGKUNGAN

Posted: October 6, 2010 in Gagasanku

PENDIDIKAN BERWAWASAN LINGKUNGAN

Oleh:

Heriyanto Nurcahyo

Guru SMA Negeri 1 Glenmore

Kata dasar bersih memiliki makna tidak bernoda,tidak kotor melainkan suci.Kata inilah yang sering dikaitkan dengan sesuatu yang baik. Semisal ,Pemerintahan yang bersih (clean governance) adalah penggambaran pemerintahan yang bebas dari KKN. Ada lagi istilah lingkungan yang bersih dan sehat (clean & green).Istilah ini mengacu pada kondisi dimana manusia bisa hidup dengan nyaman di lingkungan yang hijau karena penuh tetumbuhan, bisa menghirup nafas tanpa kuatir udara tercemari, minum tanpa takut air terkontaminasi. Bahkan untuk menggambarkan hati manusia yang tidak bersarang didalamnya kebenciaan, iri dengki, amarah dan sejenisnya digunakanlah kata bersih hati.

Dalam konteks prilaku hidup-bersih- di sini berarti terhindarnya kehidupan manusia dari hal-hal kotor yang merusak kesehatan dan kenyamanan hidupnya. Baik lingkungan dimana mereka tinggal maupun pikiran itu sendiri. Prilaku hidup bersih dan sehat berarti mereka melakukan kehidupannya dengan penuh cinta terhadap kelestarian lingkungan dan kesehatan. Tidak membuang sampah sembarangan, mengelolah alam sesuai fungsinya, melestarikan keanekaragaman hayati , makan-makanan yang bersih dan terhindar dari aneka racun kimiawi adalah sebagian kecil dari prilaku dan hidup sehat tersebut.

Sekolah yang merupakan gerbang utama ilmu pengetahuan dan tempat transfer informasi, mendapat tugas berat untuk menyadarkan setiap warga sekolah, baik guru, Karyawan , orang tua siswa dan siswa sendiri untuk sadar dan berusaha menjaga dan memelihara lingkungan hidup sekitarnya agar terpelihara dengan baik

Karena begitu pentingnya sikap hidup yang bersih ini, maka kesadaran itu sepatutnya dibangun sejak dini.Sebagai sebuah mini society – tempat berkumpulnya manusia dari berbagai latar belakangan lingkungan alam,budaya, suku, agama dan kepentingan – sudah selayaknya jika kesadaran itu disemaikan di sekolah. Proses penyemaian kesadaran berlingkungan yang bersih dan sehat tidak hanya menjadi tanggungjawab guru, melainkan semua komponen sekolah (stock and stake holder). Karena keberhasilan pembentukan budaya peduli lingkungan dan bersih ini tidak hanya ditentukan oleh lingkungan sekolah namun juga lingkungan dimana murid tinggal.Lingkungan adalah lahan praktik nyata bagi implementasi prilaku hidup bersih dan sehat yang didapat di sekolah.

Lebih lanjut,penyadaran ini dapat dilakukan dengan jalan membangun kesadaran akan arti penting kelestarian alam bagi kehidupan kita di masa mendatang. Hal kecil yang bisa kita lakukan misalnya membuang sampah pada tempatnya. Ini adalah pekerjaan yang sangat mudah, namun sayang sekali jikalau kesadaran terburuk di sekolah adalah : membuang sampah sembarangan . Karenanya budaya membuang sampah pada tempatnya adalah pekerjaan kecil yang kita tanamkan pada murid sejak dini. Meski tergolong sederhana namun prilaku ini memiliki dampak lingkungan yang sangat besar di masa mendatang.

Contoh implementasi yang sederhana lagi misalnya anak dibimbing untuk mencintai lingkungan dengan jalan merawat sebuah pohon hingga pohon itu tumbuh subur dan bermanfaat bagi lingkungan.Menanam pohon-pohon produktif, atau buah-buahan di sekolah adalah contohnya. Dalam kegiatan ini anak secara tidak langsung akan melakukan aktifitas menyelamatkan lingkungan. Bagimana mereka merawat tanaman hingga bisa tumbuh subur, mengobati jika kena penyakit, bahkan melindunginya dari tangan jahil yang ingin merusak. Kegiatan inilah yang akhirnya akan membentuk jiwa peduli lingkungannnya.

Program satu murid satu pohon di sekolah bermanfaat selain memberikan oksigen yang dapat menimbulkan kesegaran juga dapat menambah keindahan,keasrian, kesejukan dan kenyamanan dalam melakukan aktifitas belajar mengajar baik didalam kelas maupun di luar kelas.

Atau sekolah bisa bekerja sama dengan LSM yang berkecimpung dengan lingkungan (WALHI,Green Peace,WWF) atau stake holder yang peduli terhadap lingkungan untuk datang ke sekolah memberikan pelatihan . Hal ini juga akan menjadi alternatif bagi sekolah yang tidak memiliki dana atau kemampuan yang cukup untuk memberikan hal-hal seperti di atas. Sehingga, dengan cara ini tidak menjadi sesuatu yang memberatkan bagi sekolah. Anak-anakpun masih dapat ilmu tentang kepedulian lingkungan dan dampaknya terhadap kelangsungan ekosistem yang ada didalamnya dimasa mendatang.

Mengingat kesadaran lingkungan memiliki tujuan pokok untuk melahirkan prilaku yang peduli lingkungan,maka pembelajarannya haruslah dapat menggugah kepedulian lingkungan melalui tindakan nyata sebagaimana diberikan contoh diatas.Jika kesadaran berprilaku sehat dan bersih ini sudah tertanam dengan baik, maka sekolah Adiwiyata bukan lagi isapan jempol semata. Sekolah adiwiyata tidak hanya diindikasikan oleh lingkungan sekolah yang penuh tanaman hijau, bak sampah bertaburan dimana-mana.Lebih dari itu, yaitu prilaku hidup sehat dan bersih seluruh komponen sekolah dalam mewujudkan lingkungan yang nyaman, berkesinambungan dan bebas dari kerusakan lingkungan. Inilah sesungguhnya filosofi yang seharusnya mendasari sekolah adiwiyata itu.

Kesadaran ini tidak bisa dicetak instan begitu saja.Yang sering terjadi anak “bersandiwara” seolah-olah menjadi peduli lingkungan, hidup bersih dan sehat karena sekolahnya akan ikut lomba UKS .Setelah lomba UKS selesai, selesailah hidup bersih ,sehat dan mencintai lingkungannya tadi. Sekolah kembali menjadi semrawut, kotor dan tidak terurus.

Cara atau metode ini sudah basi, seharusnya dihilangkan dari benak pendidik.Karena yang kita butuhkan adalah implementasinya dilapangan bukan dihadapan juri lomba UKS. Anak dibiasakan hidup sehat,buang sampah pada tempatnya, mengkonsumsi makanan bersih dan halal, mencintai lingkungan,menanam dan merawat tanaman, melakukan penghijauan dan mendukung program penanggulangan pemanasan global (Global Warming).

Karena sifatnya yang universal, maka proses penumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan hidup ini tidak perlu dijadikan kurikulum tersendiri. Kesadaran ini bisa diselipkan di pelajaran-pelajaran yang diajarkan disekolah. Sebagai contoh,saat anak belajar Agama, maka kesadaran ini bisa ditumbuhkan dari pola hubungan saling menghormati sesama makluk ciptaan Tuhan.Ketidakpedulian terhadap lingkungan adalah awal dari sebuah kehancuran. Pembahasan ini dapat mengacu berlandaskan ayat dan hadist seperti QS 16:14,66, QS 21:107″tidaklah aku utus engkau kecuali kecuali sebagai rahmatan lil’alamin dan QS 30 :41 “Telah nyata kerusakan di daratan dan di lautan akibat tangan manusia”….barang siapa diantara orang Islam yang menanam tanaman maka hasilnya yang dimakan akan menjadi sedekahnya, dan hasil tanaman yang dicuri akan menjadi sedekah. Dan tidaklah seseorang pun mendermakan tanamannya, maka akan menjadi sedekahnya sampai hari kiamat (HR Muslim). Contoh lain Pada mata pelajaran Biologi. Kesadaran akan arti penting lingkungan dan hidup sehat dan bersih bisa diselipkan di kelestarian hayati, akibat deforestasi, dan lain sebagainya.

Lebih jauh anak juga di beri penjelasan akibat langsung yang akan mereka terima jika tidak peduli terhadap lingkungan ,tidak berprilaku hidup bersih dan sehat. Visualisasikan banjir bandang,tanah longsor yang merenggut ratusan nyawa, dan bencana alam lain yang disebabkan oleh kelalaian manusia terhadap kelestarian lingkungannnya.

Disamping itu,juga terdapat dampak besar lainnya yang kita kenal dengan Global Warming (pemanasan global). Bangun kesadaran anak melalui dampak yang ditimbulkannya, visualisasikan bagaimana dampak yang akan muncul jika gunung es di kutub utara meleleh,naiknya permukaan air laut, naiknya suhu, badai,sinar ultraviolet dan sederet dampak pemanasan global lainnya. Insyaallah, contoh dan dampak lingkungan yang lebih hidup (visualisasi melalui gambar,film) akan menyentuh kesadarannya.Semoga.[heyanoe].

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s