FACEBOOK DI PUJA, FACEBOOK DICERCA

Posted: October 6, 2010 in Gagasanku

FACEBOOK DI PUJA, FACEBOOK DICERCA

Oleh:

Heriyanto Nurcahyo

Guru SMA Negeri 1 Glenmore Banyuwangi

Realitas semu (virtual reality) adalah ruang virtual yang tercipta ketika kita menggunakan internet. Revolusi teknologi informasi mampu melahirkan keajabain baru bernama internet .Internet sebagai produk teknologi informasi telah merevolusi kehidupan manusia.

Kehadiran internet, seperti yang ditulis oleh John Micklethwait dan Andrian Wooldridge dalam bukunya yang berjudul”A Future Perfect: The Challenge and Hidden Promise of Globalization”,memberi warna baru dalam komunikasi global.Internet memungkinkan manusia berhubungan satu sama lain tanpa dihalangai oleh batasan geografis (borderless world). Dengan kata lain, Globalisasi informasi yang didukung oleh kehadiran internet ini tidak bisa ditolak kehadirannya.

Dunia cyber tidak mengenal hukum, pun juga didalamnya tidak ada istilah baik dan buruk.Kebajikan dan keburukan bisa berjalan seiring.Para pakar menyebut phenomena ini sebagai ”Ethical Zero” (titik nol etika).Hal ini tidak lain karena di internet cyber violence bisa berjalan dan menyebar secara leluasa sebagaimana juga cyber porn,cyber wisdom bahkan sekaligus cyber spirituality dalam satu system informasi. Ini adalah wujud dari revolusi pada kehidupan manusia. Tanpa kita sadari internet telah menjungkirbalikan tatanan dan paradigma secara radikal.

Disisi lain, kehadiran Facebook, Fb, atau disebut singkat pesbuk begitu, juga member dampak yang tidak kalah hebat dengan produk pendahulunya:internet. Tidak lazim kiranya kalau membahas dunia teknologi informasi tanpa memasukkan Facebook dalam bahasan. Hampir semua kalangan masyarakat menggunakan jejaring social terbesar ini dalam kehidupan sehari-harinya. Dari mulai anak SD sampai mahasiswa, dari pedagang sampai pengusaha besar, dari wanita karier sampai ibu rumah tangga.Facebook telah menjelma menjadi ‘tuhan’ baru dalam jagad informasi.Banyak yang memujanya,tapi sekaligus banyak yang mencercanya.

Pujian terhadap kehadiran Facebook lahir karena jejaring social ini mampu memberi nuansa dan pengalaman baru bagi penggunanya. Jejaring sosial ini memudahkan mereka untuk bergabung dan menemukan kolega-kolega mereka.Jejaring ini juga memungkinkan mereka untuk berkumpul secara virtual dengan teman-teman tempo dulunya. Berkumpul secara virtual dengan sesama pengagum sesuatu, hobi bahkan bergabung dengan jejaring spiritualitas.Seperti jejaring sosialnya Ust. Yusuf Mansyur, AZ Zikra, dll.

Disamping itu, karena penggunanya luas-jejaring ini telah menjadi media yang sangat efektif untuk memasarkan sesuatu. Dari facebook kemudian banyak lahir virtualpreneur. Tidak perlu mengeluarkan biaya yang mahal untuk promosi produk,cukup posting jenis produk,spesifikasi,harga di wall semua jejaringnya bisa mengakses dengan sangat mudah.Dalam konteks ini, Fb telah menjadi media pemasaran yang sangat efektif dan efisien (murah)..

Dalam dunia pendidikan, kehadiran facebook juga telah sedikit banyak menggeser paradigma pembelajaran teacher centered. Kalau dahulu guru dipandang sebagai sumber utama informasi di sekolah, kini salah satu produk teknologi informasi telah mengambil peran itu. Untuk bisa mendapatkan kuliah bermutu dari pakar suatu bidang tidak perlu datang ke tempat asalnya.Misalnya, jika kita ingin belajar NLP langsung dari pakarnya DR.Richard Bandler, tidak perlu datang jauh-jauh ke Amerika.Pun juga tidak perlu mengeluarkan banyak duit, cukup memiliki akun Fb dan konfirmasi pertemanan ke pakar dimaksud,unduh ilmu pun telah siap. Proses transfer of knowledge yang dilaksanakan di kelas-kelas virtual lebih menggairahkan dan menantang di banding kelas konvensional yang kita hadapi. Dunia Fb yang warna warni menambah daya tarik untuk masuk dan terlibat dalam diskusi seru tentang suatu permasalahan di dalamnya.Sehingga pembelajar bisa lebih bergairah dan nyaman berada di kelas-kelas tersebut.

Dalam memanfaatkan kehadiran Fb ini, penulis memanfaatkanya untuk berdiskusi dengan pakar di bidang pengajaran bahasa inggris, baik yang tergabung dalam Indonesian EFL Forum , maupun forum EFl lainnya. Sehingga kehadiran Fb benar-benar member energy positif untuk meningkatkan kualitas diri terutama dalam hal kompetensi yang dimiliki.

Adanya keuntungan Fb diatas tidak dengan sendirinya meniadakan sisi buruknya. Teknologi selalu berwajah layaknya pisau, ia bisa melukai juga bisa memberi manfaat.Ia bisa memberi kemudahan tetapi ia juga bisa membuat kesulitan-kesulitan tertentu bagi penggunanya.Beberapa kasus penyalagunaan Fb untuk trafficking, layanan seks di bawah umur, penipuan bahkan “pelarian” anak gadis adalah salah satu wujud pisau bermata ganda tersebut.Penggunaanya yang tidak bisa dibatasi telah memungkinkan munculnya efek negative penyalagunaan facebook untuk kepentingan pribadi tertentu yang melanggar hukum.

Kehadiran Fb juga banyak digunakan sebagai sarana kencan.Karena sifatnya sangat personal, Fb juga mungkin disalah gunakan bagi pasangan yang lagi dimabuk asmara. Munculnya kasus photo seronok, kata-kata kotor bahkan pelampiasan kekesalan di Fb adalah kemungkinan yang sering terjadi.

Lebih mengiris lagi bahwa tidak adanya jaminan keamanan bahwa data-data pribadi kita (penguna) akan aman seperti nomer kartu kredit, foto-foto pribadi, foto keluarga,data rahasia lainya hanya akan disimpan oleh pihak facebook semata, karena konon, facebook mendeliver data-data tersebut kepada perusahaan rekanannya.

Phenomena negative Fb diatas yang memunculkan keprihatinan hingga Belakangan ini mulai marak seputar fatwa haram facebook. Bermula dari para ulama dari jawa timur yang tergabung dalam Forum Bahtsul Masail di Pondok Pesantren Putri Hidayatul Mubtdien Lirboyo, Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.Kemudian Pondok Pesantren se Jawa-Madura yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pondok Pesantren Putri (FMP3) mengharamkan pemanfaatan situs jejaring sosial secara berlebihan, seperti mencari jodoh maupun pacaran.

Hal ini tentu saja memancing kontroversi yang melibatkan banyak pihak. Namun mari kita ambil sisi baiknya. Jadikan Fb sebagai sarana untuk memudahkan murid belajar melalui forum diskusi dan belajar bersama.Menyadarkan anak-anak bahwa teknologi selalu memiliki dampak negative akan secara tidak langsung membangun kesadaran dirinya akan dampak itu. Semoga kehadiran Fb di ruang-ruang kelas tidak hanya wujud hura-hura dan euphoria kesenangan semata,melainkan meningkatkan kualitas pembelajaran kita.Amien[heyanoe].

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s