<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Heriyanto Nurcahyo</title>
	<atom:link href="http://theguru216.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://theguru216.wordpress.com</link>
	<description>taffarel van ghania</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Jan 2012 13:07:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='theguru216.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Heriyanto Nurcahyo</title>
		<link>http://theguru216.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://theguru216.wordpress.com/osd.xml" title="Heriyanto Nurcahyo" />
	<atom:link rel='hub' href='http://theguru216.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>MENJADI SEKOLAH HEBAT</title>
		<link>http://theguru216.wordpress.com/2012/01/20/menjadi-sekolah-hebat/</link>
		<comments>http://theguru216.wordpress.com/2012/01/20/menjadi-sekolah-hebat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2012 13:07:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>theguru216</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Dari Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Gagasanku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://theguru216.wordpress.com/?p=918</guid>
		<description><![CDATA[MENJADI SEKOLAH HEBAT Oleh: Heriyanto Nurcahyo Guru SMA Negeri 1 Glenmore Banyuwangi Chie Ogata san,begitulah kami memanggilnya. Beliau adalah seorang guru muda dari Ozukita Junior High School di Kumamoto. Dalam kegiatan bulanan diskusi kami,beliau membawakan topic diskusi yang sangat menarik: My Perfect School. Topik ini terinspirasi oleh bukunya Mary Spratt berjudul A Language Development Course [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=theguru216.wordpress.com&amp;blog=3910405&amp;post=918&amp;subd=theguru216&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MENJADI SEKOLAH HEBAT</p>
<p>Oleh:<br />
Heriyanto Nurcahyo<br />
Guru SMA Negeri 1 Glenmore Banyuwangi</p>
<p>	Chie Ogata san,begitulah kami memanggilnya. Beliau adalah seorang guru muda dari Ozukita Junior High School di Kumamoto. Dalam kegiatan bulanan diskusi kami,beliau membawakan topic diskusi yang sangat menarik: My Perfect School. Topik ini terinspirasi oleh bukunya  Mary Spratt berjudul  A Language Development Course . Buku ini diterbitkan oleh Cambridge Teacher Training and Development. <span id="more-918"></span><br />
Diskusi ini menjadi menarik karena masing-masing pesertanya memiliki persepsi yang berbeda-beda tentang sekolah yang baik itu sendiri. Perbedaan ini bisa jadi dipicu oleh pengalaman-pengalaman masa lalu mereka,modalitas belajar bahkan kekurangan referensi factual tentang sekolah yang baik itu sendiri. Namun sejatinya berbagai harapan itu pada akhirnya bermuara pada satu keinginan besar yaitu:sekolah yang menyenangkan.Kondisi menyenangkan ini tidak hanya terbatas pada guru,murid,lingkungan dan fasilitas belajar,namun juga stake holder yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam aktifitas sekolah tersebut. Sehingga sekolah benar-benar menjadi”rumah ke dua” bagi tumbuh kembang mereka. Atau bahkan menjadi “rumah pertama”bagi mereka yang mengalami permasalahan di rumah.<br />
	Pertanyaan yang kemudian  muncul adalah bagaimana menjadikan sekolah kita sebagai tempat yang menyenangkan untuk mengembangkan diri anak didik?.Fasilitas sekolah yang serbah canggih kah?,input anak didik yang berkualitaskah?,atau justru guru-guru yang berkualitaskah yang menjadi dasar lahirnya sekolah hebat itu?. Sebagian orang mungkin memandang bahwa  yang baik itu adalah sebuah sekolah yang gedungnya megah,fasilitasnya canggih,dan alumninya banyak menjadi”orang”. Namun ada lagi yang menganggap bahwa sekolah yang hebat itu tidak cukup hanya dengan fasilitas yang serbah wah,namun juga biayanya yang sangat mahal. Semakin mahal biaya sekolah itu maka semakin baiklah layanan yang diberikan. Benarkah?mungkin bagi mereka yang menjadikan pilihan sekolah tidak hanya sebatas  investasi masa depan benar adanya. Karena pilihan sekolah itu juga menunjukkan tingkat prestice bagi kehidupan mereka. Bagi saya dan mungkin anda yang lebih memandang pendidikan sebagai tempat “memanusiakan” anak  didik kita,anggapan itu menjadi sedikit kabur adanya.<br />
	Salah satu teman saya,Taaaki san, justru melihat menariknya sebuah sekolah dari kebebasan dari setiap siswa untuk memilih sendiri mata pelajaran yang mereka sukai. Pendapatnya langsung mengingatkan saya pada sosok TOTO CHAN,GADIS CILIK DI JENDELA.Sebuah kisah inspiratif bagaimana sekolah seharusnya melayani  anak didik sesuai dengan potensi psikologis dan kognisi yang mereka miliki. &#8220;Toto-chan, Gadis Cilik di Jendela&#8221; adalah sebuah buku yang berkisah tentang gadis kecil berumur 7 tahun bernama asli Tetsuko yang bersekolah di Tomoe Gakuen. Dalam usia 7 tahun, umur kelas 1 SD, Toto-chan sudah dikeluarkan dari sekolah karena dianggap bandel. Padahal Toto-chan bukan bandel, tapi dia punya rasa ingin tahu yang besar.Bayangkan, dia memanggil pemusik jalanan saat jam pelajaran berlangsung dan meminta mereka memainkan musik. Tentu saja kelas jadi tidak “kondusif” dalam ukuran gurunya. Keanehan-keanehan inilah yang kemudian melahirkan stigma bahwa dia adalah anak bandel dan kalau dibiarkan bisa mengganggu stabilitas sekolah.<br />
Dan tidak hanya itu saja perangainya,suatu saat,dia menjulurkan kepalanya keluar jendela dan bertanya,&#8221;Hei, senang banget ya?,lagi apa kamu ?&#8221;.Dia mengatakannya  berulang-ulang. Karena penasaran dan mengganggu suasana belajar, guru Toto-chan melihat keluar jendela, mencari tahu siapa yang diajak bicara oleh Toto-chan. tidak ada siapa-siapa karena ternyata yang diajak bicara adalah sepasang burung Walet yang sedang membuat sarang. Di Tomo Gakuen, anak-anak diajarkan melakukan apa saja yang mereka sukai, di pagi hari masuk kelas, mereka diberi selembar catatan berisikan daftar pelajaran dan mereka boleh memilih ingin belajar apa yang pertama kali ingin mereka pelajari. Jadi di dalam kelas tersebut ada anak yang belajar Fisika duluan, atau berhitung duluan, atau sastra Dari kisah inilah kemudian teman saya tadi itu ingin memberikan sedikit keinginannya terhadap model pendidikan yang baik baginya.<br />
Cerita Ini menarik sekali mengingat,banyak siswa yang belajar karena dorongan orang tua bahkan tidak sedikit yang belajar sesuatu karena keputusan sang guru/wali kelas. Kondisi ini juga telah menyebabkan munculnya strata kelas dalam pembelajaran. Pengelompokan siswa cerdas dalam satu kelas, serta  siswa  “rata-rata” di kelas lain semakin memperjelas dikotomi itu. Kelas social dan Bahasa selalu identik dengan kelas”nakal”. Sterotyping ini benar-benar adanya. Karena mereka menganggap dirinya buangan setelah tidak “kecantol” di IPA. Sedangkan kelas IPA selalu diidentikkan sebagai kelas yang menyenangkan,memudahkan guru melakukan pembelajaran dan sebutan yang mengenakkan lainnya. Bahkan tidak jarang guru banyak yang memilih mengajar di kelas IPA dibanding di dua kelas lainnya.Karenanya kemudian, guru-gur PKN,Sejarah,Olahraga kurang paforit dibanding misalnya dengan guru Fisika,matematika, Biologi,Kimia atau sejenisnya. Makanya Taaki san memiliki pemikiran yang sama dengan kecenderungan yang kita hadapi di tanah air.<br />
	Kembali ke topic sekolah yang HEBAT, saya mengutip salah satu saran yang dikemukakan oleh  Jim Rosborg (et all) dalam bukunya: The  Perfect School.  Menurutnya, ada 8 hal yang musti dipertimbangkan dalam menciptakan sebuah sekolah yang hebat. Sekolah yang hebat-masih menurutnya- paling tidak memiliki: Perfect Teachers,Perfect Staffs, Perfect Principals Service, Character/Perseption, Curriculum/data /diversity. Finance/Academic Gap dan Hiring and Firing. Terkait dengan sekolah dimana kita mengabdi atau menjadi managernya, mana diantaranya yang telah kita miliki?semuanya?atau tidak satupun dari prasyarat yang dikemukan oleh Rosborg yang telah terpenuhi di sekolah kita. Jangan berkecil hati,inilah saat yang tepat bagi kita untuk mrmulai membangun sekolah yang hebat itu.<br />
	Pada  tulisan kali ini,mari kita break down salah satu prasarat sekolah HEBAT (saya lebih suka memakai kata Hebat untuk Perfect,Thomas Amstrong menyebutnya sebagai Sekolah para jawara)) sebagaimana yang diutarakan oleh Rosborg diatas:Perfect teachers.Guru memiliki peran yang sangat sentral dalam pembelajaran. Meski saat ini banyak peran guru diambil alih oleh teknologi, namun peran krusialnya tetap tidak bisa tergantikan. Peran krusial apa sajakah yang tidak mungkin tergantikan itu?salah satunya adalah kepengasuhan. Inti dari pendidikan itu salah satunya adalah kepengasuhan dari tidak tahu menjadi tahu,dari tidak berbudaya menjadi berbudaya, dari tidak baik menjadi baik.<br />
Guru yang baik adalah sosok yang mampu menjadi pengasuh bagi kehausan sang murid akan rahasia-rahasia kehidupannya. Ia seharusnya menjadi tumpuan sekaligus sandaran bagi pencarian pengetahuan-pengetahuan yang mengganggu pikiran sang anak didik. Guru tidak hanya dituntut untuk sabar, telaten,pantang menyerah,ikhlas,jujur namun lebih dari itu. Sosok guru harus mampu menjadi isnpirasi tiada henti bagi sang murid untuk menjadi lebih berarti dalam kehidupannya kelak dikemudian hari.Seorang guru harus mampu menumbuhkan keyakinan dan kecermelangan potensi anak didik mengingat ini adalah bagian dari kepengasuhan itu sendiri. Menurut saya inilah yang disebut Perfect teacher. A Perfect Teacher  selalu berfikir kreatif dan melihat segala sesuatu di luar kontek (thinking out the box). Dan member ruang yang sama besarnya untuk anak didiknya melakukan hal yang sama.  Dia adalah sosok yang tidak terkebiri oleh kurikulum, namun ia harus menjelma menjadi sosok yang bebas dan kreatif mengeluarkan ide-idenya bagi perbaikan pembelajaran. Ia juga harus mau menerima apapun perbedaan dan cara berfikir anak didiknya. Karena baginya, kesalahan adalah bagian terpenting dari kurikulum itu sendiri.Bernard Shaw membagi guru menjadi 4 golongan dan posisi tertinggi itu dicapai oleh guru agung (great teacher:perfect teacher) yang selalu menjadi inspirasi tiada henti bagi anak didiknya: Great teacher inspires!Perfect Teacher.Dan saya yakin itu adalah anda!.<br />
Lebih jauh, guru yang baik itu juga ditopang oleh citra diri yang ideal. Bagaimanakah citra diri guru ideal tersebut?. Mengenai citra guru ideal, UNESCO telah melakukan penelitian terhadap 5000 siswa di 50 negara (dikutip dari: ejournal.stainpurwokerto.ac.id/index.php/&#8230;/47). Dan dari hasil penelitian itu didapat bahwa<br />
(1) Guru adalah seseorang yang pandai memotivasi, menghibur, dan menjadi mitra belajar<br />
      (Afrika)<br />
(2) Guru memberi kehidupan bagi anak-anak, seperti air hujan terhadap lading (Meksiko)<br />
(3) Guru mesti sayang, percaya, dan bersahabat, pandai mendengar, dan mengert juga penuh gairah dan penuh perhatian. Guru disukai karena senyuman dan katakatanya<br />
yang ramah (Selandia Baru)<br />
(4) Guruku pandai menyanyi, pandai bermain, adil, dan pengertian (Vietnam)<br />
(5) Guru menyayangi kami seperti anaknya dan selalu menjawab pertanyaan kami<br />
walaupun pertanyaan itu bodoh.<br />
(6) Guru yang baik memperlakukan laki-laki dan perempuan sama (Austria)<br />
(7) Guru tidak boleh mempunyai siswa kesayangan dan tidak membedakan yang<br />
kaya dari yang miskin, yang pandai dari yang kurang pandai (Zimbabwe)<br />
(8) Guru yang baik tidak suka marah dan mengantuk (Gabon)<br />
(9) Guru jangan mudah marah dan kaku, itu membuat kami takut dan tidak mau<br />
datang ke sekolah (Ceko)<br />
(10) Guru harus berperilaku terpuji karena kami menirunya (Ghana) dan mengajarkan<br />
hal-hal yang baik (Chile)<br />
(11) Aku suka guru yang menjadikan kelas menyenangkan (Portugal) dan<br />
membantuku berpikir dan mencari jawabannya untukku (Zimbabwe)<br />
(12) Guru musti cakap secara akademik (Tanzania), mau tetap menemani siswa waktu<br />
istirahat (Korea Selatan) (<br />
	Thus, sekolah yang baik selalu memiliki guru-guru yang hebat, seorang guru yang tidak hanya pandai memberi materi semata, namun mampu membangkitkan raksasa yang tertidur (Aweakening the giant within:Tony Buzan), pandai memotivasi, menginspirasi, dan yang terpenting tidak terkotak dan terkungkung oleh kurikulum. Semoga kita bisa menjadi  guru inspiratif itu, karena ialah yang akan mengkilaukan kembali pendidikan kita yang terpuruk. Semoga,Amien.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/theguru216.wordpress.com/918/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/theguru216.wordpress.com/918/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/theguru216.wordpress.com/918/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/theguru216.wordpress.com/918/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/theguru216.wordpress.com/918/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/theguru216.wordpress.com/918/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/theguru216.wordpress.com/918/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/theguru216.wordpress.com/918/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/theguru216.wordpress.com/918/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/theguru216.wordpress.com/918/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/theguru216.wordpress.com/918/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/theguru216.wordpress.com/918/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/theguru216.wordpress.com/918/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/theguru216.wordpress.com/918/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=theguru216.wordpress.com&amp;blog=3910405&amp;post=918&amp;subd=theguru216&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://theguru216.wordpress.com/2012/01/20/menjadi-sekolah-hebat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a09739044e02e39c90ada5c7ef4cda22?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">theguru216</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ENAKNYA MENJADI GURU DI INDONESIA</title>
		<link>http://theguru216.wordpress.com/2012/01/20/enaknya-menjadi-guru-di-indonesia/</link>
		<comments>http://theguru216.wordpress.com/2012/01/20/enaknya-menjadi-guru-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2012 13:05:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>theguru216</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Dari Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Gagasanku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://theguru216.wordpress.com/?p=916</guid>
		<description><![CDATA[ENAKNYA MENJADI GURU DI INDONESIA Sebuah catatan otokritik Heriyanto Nurcahyo Apa ya enaknya menjadi guru di Indonesia?Adalah satu diantara sekian pertanyaan yang sering menggoda pikiranku.Pertanyaan ini muncul bersamaan dengan jatuhnya keputusanku menjadi pendidik. HIngga saat inipun masih belum sepenuhnya kutemukan jawabannya. Bukan berarti keputusan menjadi pendidik tidak memberikanku “keuntungan-keuntungan”. Justru,melalui profesi ini kutemukan begitu banyak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=theguru216.wordpress.com&amp;blog=3910405&amp;post=916&amp;subd=theguru216&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ENAKNYA MENJADI GURU DI INDONESIA<br />
Sebuah catatan otokritik<br />
		Heriyanto Nurcahyo</p>
<p>	Apa ya enaknya menjadi guru di Indonesia?Adalah satu diantara sekian  pertanyaan yang sering menggoda  pikiranku.Pertanyaan ini muncul  bersamaan dengan jatuhnya keputusanku menjadi  pendidik. HIngga saat inipun masih belum sepenuhnya kutemukan jawabannya. Bukan berarti keputusan menjadi pendidik  tidak memberikanku “keuntungan-keuntungan”. Justru,melalui profesi ini kutemukan begitu banyak  keberlimpahan hidup.Secara psikologis,pilihan profesi ini  telah mampu membunuh diriku dari pseudo-pseudo  keintiman keduniawian.Ianya juga memberi ruang yang begitu luas untuk menjadi ihklas,sabar dan tentunya panutan kebaikan dan kebajikan bagi sang anak didik . Menjadi pendidikpun mendorongku lebih kreatif dan inovatif.Setiap harinya bergaul dengan benda hidup yang hitrogen dan “aneh-aneh”.Kadang teriakannya memekakkan telinga dan membakar emosi.Kadang juga nyanyian dan senandungnya menggunjangkan kesadaran nurani kita.keanehan –keanehan itulah yang semakin menjadikanku lebih hidup.Begitu indahnya menjadi pendidik itu ternyata ya?.<br />
Dan secara materi (financial),Profesi ini  mampu mengangkatku ketaraf kemakmuran yang lebih baik. Memungkinkanku membeli motor, HP baru, rumah bahkan mobil sekalipun.Kesejahteraan yang diberikan Pemerintah sudah lebih dari cukup bahkan berlimpah.Tunjangan profesi pendidik,beras,anak dan seabrek tunjangan lainnya.Namun,pertanyaanku lagi,apa ya enaknya menjadi guru di Indonesia?.<br />
Mungkin saja ceritaku berikut ini bisa menjawabnya.Ada dua kegiatan yang paling aku sukai selama kuliah di Jepang.Pertama, berdikusi dengan guru-guru Jepang dan ALT (American language Teacher) tiap sebulan sekali.Acara ini dikomandani oleh pembimbing akademik saya:Prof.Nobuyuki takaki.Di acara ini kami bisa curah gagasan dan berbagi pengalaman mengajar dengan guru-guru sekolah menengah dan atas Jepang.Saya lebih senang dan tepat menyebut kegiatan ini sebagai Micro Teaching.Karena guru-guru itu selalu mempraktekkan cara mengajar mereka dengan pendekatan pembelajaran yang baru dan  selalu kaya inovasi..Saya kemudian sering termenung dan berandai-andai sepulang mengikuti acara ini. Salah satunya adalah pengandaian saya atas MGMP.Andai saja MGMP diformat semacam ini,betapa bagusnya pengembangan profesi guru kita nantinya.<span id="more-916"></span><br />
Kedua,diskusi Reboan. Saya namakan diskusi ini Reboan mengingat acaranya selalu diadakan pada hari Rabo. Di dalam diskusi ini saya selalu dipertemukan empat mata dengan guru-guru jepang oleh sahabat saya :Tanaka san.Dia mahasiswa master course di Graduates School of Education Kumamoto University Jepang. Dalam diskusi ini kami biasanya saling berbagi dan melakukan komparasi sederhana tentang system dan kurikulum di kedua Negara. Diskusi kami bisa menjalar kemana-mana bahkan sampai lupa waktu:karena asyiknya loh. Dan untuk  minggu ini,saya berkesempatan berdiskusi dengan  Fumiko  Yoshimori,seorang guru di sebuah SMP negeri di Kumamoto. Dia memiliki pengalaman yang cukup lumayan:10 tahun.Dan kebetulan sekali,dia saat ini sedang mengambil S2 tahun terakhirnya.</p>
<p>	Saya bertanya padanya bagaimana guru-guru jepang bekerja.Apakah sama dengan guru-guru di Indonesia?apakah kinerjanya sama dengan kita-kita ini di Indonesia.Apakah bisa seenaknya meninggalkan sekolah saat jam belajar untuk berbelanja dan nongkrong di warung kopi?.Apakah bisa ini bisa itu,apakah,apakah,kemudian megapa,kok bisa begitu.Terus saja ia saya cecar dengan pertanyaan-pertanyaan bak bombardir tentara NATO atas Libya.Karena saya harus memuaskan keingintahuan saya atas diri mereka (guru) Jepang.Saya menjadi bak penari jaranan yang kesurupan,mulut terus meluncurkan pertanyaan laksana angin yang keluar dari ban bocor:juuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuus.<br />
	Setelah kuhentikan pertanyaanku,barulah ia mulai bercerita. Aku dengarkan dengan penuh hikmah.Kehikmatannya sama dengan saat aku mendengar penghulu nikah membacakan ijab qobul. Kuamati dan kucernah penjelasannya,kadang tangan ini dengan reflek yang cepat menyalinnya menjadi catatan-catatan di buku diari kecilku.yang kelak menjadi referensi yang sangat berharga dalam membunuh diriku dari kebodohanku selama ini.Sorot matanya kadang redup di tengah cerita-cerita tentang sosok guru jepang.Kadang wajahnya menjadi memerah penuh semangat tatkala harapannya menjadi lentera penerang jepang menyembul dari lubuk hatinya.Pekerjaan mulia yang sungguh telah ia laksanakan untuk memegang amanah mulia:menjadikan kita tahu.<br />
	Aku baruh ngeh jika sejatinya menjadi guru itu seharusnyalah seperti saudara kita di Jepang ini.Yang menggeluti profesi itu bak bermain dengan hobi-hobi kita. Yang menghabiskan waktu bersama pencerahan-pencerahan terhadap kebodohan dan kemiskinan intelektual.Totalitas dalam mengabdi pada ibadah dunia.Kadang terlintas juga guratan keletihan diwajah dan jiwa mereka,namun itu tidaklah menjadi alasan bagi mereka untuk mengendurkan otot-otot produktifitas dan kinerja mereka. Karena bagi mereka totalitas pengabdian itu adalah hiburan bagi keletihan hati dan jiwanya.<br />
	Saya menjadi sangat malu dibuatnya,sebagai seorang guru,belum pernah diri ini mengabdikan segenap keikhlasan dan ketulusan terhadap pendidikan.Dan saya semakin menjadi malu melihat diri ini yang mengukur keikhlasan itu dari berapa besar imbalan yang akan kita terima. Saya masih terlalu sering menjadikan itung-itungan materialistis sebagai konsideran utama dalam melakukan sesuatu. Apakah kegiatan yang akan kita jalanani mendatangkan manfaat secara ekonomis atau justru membuang-buang peluang kita untuk menambah pundi-pundi harta duniawi.Kadang kita menjadikan anak didik kita layaknya mesin dan robot untuk mendulang pundi-pundi. Saya semakin terguncang mendengar bahwa mereka (guru jepang) baru bisa pulang ke rumah jam 8-10 malam.</p>
<p>	Kalau di Indonesia,setelah jam belajar habis,maka kita bisa pulang dan bersantai di rumah.Bahkan tidak jarang,selepas sekolah kita memiliki kerja sampingan:bisnis,kursus dan lainnya.Namun berbeda dengan saudara kita di Jepang,mereka harus menemani sang murid di club-club belajar yang ada  di sekolah mereka sampai jam 5 sore. Setelahnya mereka kembali lagi ke sekolah menyiapkan RPP untuk hari esoknya.Hingga selesai.<br />
	Lagi-lagi saya menjadi malu pada mereka,gaji yang cukup besar tidak serta merta menjadikan kita lebih bersemangat dan giat memberikan pelayanan yang berkualitas,justru sebaliknya:menjadikan kita semakin tidak produktif.Lihatlah survey yang dilakukan Kemdiknas atas guru –guru yang bersertfikasi.Peningkatan kesejahteraan itu berbanding terbalik dengan kualitas layanan yang mereka berikan pada anak didik.Mengapa ya?jawabannya cukup sederhana,karena itulah enaknya menjadi guru di Indonesia!Tidak harus menyiapkan RPP, toh sudah ada yang menjualnya,Ga usah bingung-bingung mikirin kurikulum,toh sudah ada yang mengembangkannya,Ga usah berfikir bekerja dengan ikhlas, toh semuanya sekarang diukur dari materi atau untung rugi. Ga usah terlalu pusing dengan kualitas diri,toh sertifikasi telah menjadikan bukti bahwa tidak berkualitas itu tetap berharga sama dengan mereka yang berkualitas.ah,kalau demikian adanya,maka bersiap-siaplah kita menyongsong kematian sekolah. Itulah akhir dari sekolah:’The End Of Schooling’.<br />
Jangan kuatir, karena tulisan ini saya tujukan pada diri saya sendiri,agar saya cepat tersadar dari kemapanan-kemapanan yang hadir selama ini. Dan saya masih begitu yakin,masih banyak guru-guru yang bekerja laksana mentari,dan mereka adalah bagian penting negeri ini yang kadang terlupakan.Bahkan saking dianggap tidak berharganya merkea,kadang mereka tidak memperdulikan lagi besaran gaji yang ia terima,karena baginya adalah ibadah yang mendapat balasan dari rejeki Allah langsung. Betapa mulianya mereka,dan betapa hinanya diri ini yang berlimpah namun tidak seikhlas mereka. Semoga perjalananku ini bisa menghidupkan lentera dalam hati untuk terus mewakafkan diri pada pendidikan yang lebih baik. Ayo bangkit,ganbatte kudasai.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/theguru216.wordpress.com/916/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/theguru216.wordpress.com/916/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/theguru216.wordpress.com/916/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/theguru216.wordpress.com/916/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/theguru216.wordpress.com/916/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/theguru216.wordpress.com/916/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/theguru216.wordpress.com/916/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/theguru216.wordpress.com/916/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/theguru216.wordpress.com/916/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/theguru216.wordpress.com/916/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/theguru216.wordpress.com/916/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/theguru216.wordpress.com/916/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/theguru216.wordpress.com/916/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/theguru216.wordpress.com/916/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=theguru216.wordpress.com&amp;blog=3910405&amp;post=916&amp;subd=theguru216&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://theguru216.wordpress.com/2012/01/20/enaknya-menjadi-guru-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a09739044e02e39c90ada5c7ef4cda22?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">theguru216</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Agama Main-Main</title>
		<link>http://theguru216.wordpress.com/2012/01/20/agama-main-main/</link>
		<comments>http://theguru216.wordpress.com/2012/01/20/agama-main-main/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2012 13:03:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>theguru216</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Dari Jepang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://theguru216.wordpress.com/?p=914</guid>
		<description><![CDATA[AGAMA MAIN-MAIN Di Starbucks coffe shop itulah kami janji bertemu. Inilah kali pertama bagiku “ngopi” di jaringan kedai kopi terkenal dunia itu.Letaknya di Sotenggai pusat perbelanjaan termasyur di Kumamoto-Shi.Tempat ini terkenal dengan nama Shimatori dan Kamitori. Pusat perbelanjaan terbesar yang memanjang dengan jalan utama ditengah-tengahnya. Ribuan orang tiap hari hilir mudik di Archade ini. Ratusan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=theguru216.wordpress.com&amp;blog=3910405&amp;post=914&amp;subd=theguru216&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>AGAMA MAIN-MAIN</p>
<p>	Di Starbucks coffe shop itulah kami janji bertemu. Inilah kali pertama bagiku “ngopi” di jaringan kedai kopi terkenal dunia itu.Letaknya di  Sotenggai  pusat perbelanjaan termasyur  di Kumamoto-Shi.Tempat ini terkenal dengan nama Shimatori dan Kamitori. Pusat perbelanjaan terbesar yang memanjang dengan jalan utama ditengah-tengahnya. Ribuan orang tiap hari hilir mudik di Archade ini. Ratusan outlet dan butik tersebar bak bulir-bulir salju yang terjatuh dari langit.Kemeriahannya semakin menjadi hidup tatkala mata kita memandang ribuan orang silih berganti keluar masuk pusat perbelanjaan dengan dandanan yang sangat stylish dan modis sekali. Namun yang hendak saya ceritakan bukanlah tentang para shopaholic itu,atau orang-orang yang sekedar windows shopping,bukan itu tapi tentang seseorang yang aku temui di Starbucks.<br />
	Sonoda Mariko namanya. Saya memanggilnya Mariko san. Seorang perempuan paruh bayah. Dia menemuiku setelah sebelumnya menghubungiku untuk sekedar memberitahukan bahwa dia kini telah menjadi Host Family ku selama di Jepang.Mulailah dia bercerita tentang kehidupannya. Ia yang dulunya direktur perusahaan makanan terpaksa mengundurkan diri dan kosentrasi sepenuhnya pada keluarga. Setelah saya Tanya alasan dibalik keputusannya itu,ia mengatakan bahwa kerja di Jepang sangat memeras otak dan tenaga,bahkan tidak ada waktu luang untuk keluarga. Dia juga menceritakan bagaimana kakaknya yang sekarang memimpin perusahaan itu tidak punya begitu banyak waktu bahkan untuk sekedar istirahat diliburan musim dingin ini. Saya kemudian menjadi sangat mahfum atas penjelasan dan alasan dibalik mundurnya dia dari jabatan itu.Meski heran juga atas keputusannya,mengingat hampr semua warga Jepang workaholic,saya bisa memakluminya alas an dibalik keputusannya.<br />
	Kini ia hidup bersama suami dan dua anak lelakinya, yang pertama kuliah di jurusan tata boga sedang yang kecil masih duduk di kelas 2 SMA terbaik di kumamoto.Saya pada kesempatan ini tidak akan bercerita tentang keluarganya,pun juga tidak tentang bisnis sampingannya itu,melainkan satu hal yang sampai saat ini membuatku terheran-heran akannya.<span id="more-914"></span></p>
<p>	Saat sedang asyik-asyiknya  menyeruput kopi,entah mengapa tiba-tiba muncul seberkas ide untuk bertanya tentang agama orang Jepang. Saya juga tidak paham mengapa tiba-tiba otak saya bergolak dan memformulasikan pertanyaan diatas. Saya juga heran mengapakah tidak terpikir dalam benak saya jika pertanyaan itu akan mengusik  sesuatu yang sangat pribadi bagi dia.Pun,saya juga heran apapulah manfaat yang akan saya dapat dengan memaksakan diri tentang pertanyaan itu. Dan akhirnya pertanyaan itu tidak mampu ku bendung dan meluncur bak air terjun,”apa sih agama orang  Jepang itu?. Sontak ia menjawab,”Orang Jepang hanya main-main dengan agama”. Kaget juga aku dengan jawaban spontannya. Saya ulangi pertanyaan itu untuk memastikan jawabannya, dan  ternyata jawabannya sama:”Agama Hanyalah main-main bagi orang Jepang”!.<br />
	 Honto ni?kataku lagi, dan lagi-lagi jawabannya sama. Dan Buku Winston Davis (1992) berjudul “JAPAN RELIGION AND SOCIETY PARADIGM OF STRUCUTURE AND CHANGE  membantu meyakinkanku akan jawabannya.Dan dari riset itu jelaslah sudah bahwa memang Agama bagi bangsa Jepang sekedar main-main belaka.Dianggap tidak penting dan bahkan hanya membuang waktu semata. Karena bagi sebagian orang Jepang,kerja itu adalah agamanya. Mereka mencurahkan sepenuh hatinya bagi   “agamanya” itu.<br />
	Kalau anda berkesempatan jalan-jalan ke jepang, jangan heran kalau banyak pemudanya memakai kalung salib, anda tidak bisa secara otomatis memastikan bahwa mereka Kristen atau katolik. Karena sebagain besar mereka memakainya sekedar buat “gaya-gayaan “ belaka. Dan kalau anda ketemu orang jepang, banyak yang  menggelengkan kepala saat anda Tanya tentang agamanya. Anehnya, meski mereka mengaku tidak beragama, SHRINE,Jinjai, selalu di padati orang Jepang saat pergantian tahun, biasanya mereka berdoa saat itu. Banyak orang Jepang yang kawin dengan tata cara agama Shinto,atau yang lebih modern tata cara Kristen, dan meninggalnya biasanya dengan tata cara Budha. So, paling tidak mereka beragama secara beragam.<br />
	Lantas,bagaimana kehidupan mereka tanpa agama? Ternyata kehidupan mereka jauh lebih beragama dari Negara yang beragama sekalipun. Kesopanan,kejujuran,tertib,adil dan nilai-nilai kebaikan lainnya selalu menghias kehidupan mereka. Bagi mereka yang disebut agama adalah tradisinya,budayanya dan kebiasaan-kebiasaan produktif yang mereka miliki. Dan itu mendarah daging betul di kehidupan mereka.<br />
Sebuuah penelitian sosial bertema ”How Islamic are Islamic Countries” menilai Selandia Baru berada di urutan pertama negara yang paling islami di antara 208 negara, diikuti Luksemburg di urutan kedua. Dan Jepang berada dirangking yang cukup baik.Sementara Indonesia yang mayoritas penduduknya Muslim menempati urutan ke-140., dikutip dari kompas.com.<br />
	Meski bangsa Jepang memandang agama hanyalah main-main belaka,namun dalam kehidupannya mereka lebih bisa menunjukkan prilaku yang agamis dari pada kita di tanah air.Kita Mengakunya bangsa beragama dan menjadikan agama sebagai kebanggaan,namun dalam praktek kesehariannya justru sebaliknya, menjauhkan nilai-nilai agama dan mendekatkan nilai-nilai keburukan:korupsi, aniaya,dzolim,dll,akhirnya semoga kita bisa berbenah dai main-main ini,amien.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/theguru216.wordpress.com/914/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/theguru216.wordpress.com/914/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/theguru216.wordpress.com/914/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/theguru216.wordpress.com/914/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/theguru216.wordpress.com/914/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/theguru216.wordpress.com/914/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/theguru216.wordpress.com/914/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/theguru216.wordpress.com/914/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/theguru216.wordpress.com/914/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/theguru216.wordpress.com/914/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/theguru216.wordpress.com/914/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/theguru216.wordpress.com/914/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/theguru216.wordpress.com/914/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/theguru216.wordpress.com/914/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=theguru216.wordpress.com&amp;blog=3910405&amp;post=914&amp;subd=theguru216&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://theguru216.wordpress.com/2012/01/20/agama-main-main/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a09739044e02e39c90ada5c7ef4cda22?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">theguru216</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wawancara ADS</title>
		<link>http://theguru216.wordpress.com/2012/01/13/wawancara-ads/</link>
		<comments>http://theguru216.wordpress.com/2012/01/13/wawancara-ads/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jan 2012 05:31:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>theguru216</dc:creator>
				<category><![CDATA[Offshore' Scholarships]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://theguru216.wordpress.com/?p=911</guid>
		<description><![CDATA[« Putri Malu, Elin dan Ikan Kecil di Pancuran Prediksi Pertanyaan Wawancara ADS 2012 January 1, 2012 by Andi Arsana taken from http://australiaawardsindo.or.id/ Daftar pertanyaan yang saya buat ini adalah hasil ingatan masa lalu dan prediksi berdasarkan pemahaman saya secara umum terhadap maksud dan tujuan adanya beasiswa ADS ini. Ini sama sekali bukan bocoran tetapi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=theguru216.wordpress.com&amp;blog=3910405&amp;post=911&amp;subd=theguru216&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>« Putri Malu, Elin dan Ikan Kecil di Pancuran<br />
Prediksi Pertanyaan Wawancara ADS 2012</p>
<p>January 1, 2012 by Andi Arsana</p>
<p>taken from http://australiaawardsindo.or.id/</p>
<p>Daftar pertanyaan yang saya buat ini adalah hasil ingatan masa lalu dan prediksi berdasarkan pemahaman saya secara umum terhadap maksud dan tujuan adanya beasiswa ADS ini. Ini sama sekali bukan bocoran tetapi saya yakin seorang kandidat ADS harus bisa menjawab pertayaan-pertanyaan berikut dengan baik <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />   Semoga pertanyaan-pertanyaan ini membuat Anda tambah semangat dan rajin menyiapkan diri.</p>
<p>    What motivate you to study in Australia? (motivasinya apa?)<br />
    Why do you choose Australia as apposed to other countries? (kok milih Australia, bukan negara lain?)<br />
    What have you prepared to make sure you can finish your study in Australia? (sudah melakukan persiapan apa saja untuk bisa lulus kuliah?)<br />
    Australia’s education system is different from Indonesia’s. How well do you know this and how have you prepared yourself? (apa yang sudah disiapkan untuk menghadapi sistem pendidikan Australia yang berbeda dengan Indonesia?)<br />
    What are you going to study in Australia? (mau kuliah di mana di Australia?)<br />
    How well do you understand your proposed of study and how have you gathered information about it? (seberapa mengerti Anda tentang jurusan yang akan Anda ambil dan bagaiaman Anda memperoleh informasinya?)<br />
    If you are to study master degree, why do you choose master by coursework or by research? (jika Anda belajar S2, apa alasan Anda memilih master by coursework atau by research?)<br />
    How do you think the field of study benefit Indonesia? (apa manfaatnya bidang studi yang anda pilih bagi Indonesia?)<br />
    How important is the study for Australia? (seberapa penting bidang studi itu bagi Australia?)<br />
    How are you going to implement what you study in Australia when you return to Indonesia? (bagaimana menerapkan hasil studi Anda nanti ketika sudah pulang ke Indonesia?)<br />
    How confident are you about your chance to finish the study on time? (yakin bisa menyelesaikan studi tepat waktu?)<br />
    Are you going to do a research? How are you going to do it? (apakah akan melakukan penelitian? bagaimana cara/prosesnya?)<br />
    Is there any fieldwork involved in your study/research? If so, how are you going to do it? (adakah kerja lapangan terkait studi/penelitian Anda nanti? Bagaimana pelaksanaanya?)<br />
    What new things your research will contribute to the development of your area of study? (hal baru apa yang akan Anda kontribusikan melalui riset ini kepada perkembangan bidang ilmu ini?)<br />
    What motivate you to conduct research in this area, how it relates to Indonesia’s current problems and Australia’s priority development area? (apa motivasi Anda memilih bidang penelitian ini dan bagaimana kaitannya dengan permasalahan Indonesia serta prioritas pembangunan Australia/AusAID?)<br />
    Are you aware of potential culture shock that you might experience? How have you prepared yourself? (bagaimana menghadapi kemungkinan gegar budaya?)<br />
    Apart from academic matters, how do you think studying in Australia benefit you? (selain dalam hal akademik, apa keuntungan belajar di Australia?)<br />
    How are you going to interact with Australian people, considering that you have different cultural background? (bagaimana caranya berinteraksi dengan orang Australia mengingat kebudayaan yang berbeda?)<br />
    Do you think Indonesia is ready to support you developing your expertise upon completion of your study? (apakah Indonesia siap mendukung Anda mengembangkan keahlian Anda setelah kembali ke Indonesia nanti?)<br />
    If Indonesia is not ready to support you when you return due to lack of facilities and funding for instances, what is your plan? (kalau ternyata Indonesia tidak siap mendukung Anda setelah pulang nanti karena masalah fasilitas dan dana, apa rencana Anda?)<br />
    How do you think you can make real impacts to Indonesian and your society when you return to Indonesia? (bagaimana Anda akan membawa dampak nyata/langsung pada masyarakat ketika sudah selesai sekolah nanti?)<br />
    Do you think your area of study can benefit people in Indonesia or it is exclusive to corporation or government institutions? If it is not directly for the people how are you going to make sure that they are also benefited at some stages? (apakah keahlian Anda nanti bermanfaat bagi orang kebanyakan atau bersifat eksklusif bagi institusi pemerintah atau korporasi? Jika tidak berdampak langsung bagi masyarakat, bagaimana Anda menjamin agar masyarakat juga mendapat manfaat?)<br />
    Many people think that good education is to prepare one to compete in international arena. With better education and skills they can work anywhere in the world and they do not have to return to their country after study. What do you think about that? (banyak orang meyakini bahwa pendidikan yang baik membuat mereka bisa bersaing di dunia internasional sehingga banyak yang tidak pulang ke negaranya setelah lulus. Bagaimana Anda melihat ini?)<br />
    In a globalised world like this, contribution can be made from anywhere and you do not have to be in Indonesia to contribute for Indonesia. How do you see this opinion? (dalam dunia yang semakin sempit seperti sekarang, kontribusi bisa diberikan dari mana saja dan Anda tidak harus berada di Indonesia untuk bisa berkontribusi bagi Indonesia. Bagaimana pendapat Anda?)<br />
    Are you aware that the world is rapidly changing? What aspects do you see change in relation to what you will study in Australia and how are you going to contribute? (apakah Anda melihat perubahan besar yang terjadi di dunia saat ini? Apa saja hal yang terkait dengan apa yang Anda pelajari saat ini dan bagaimana Anda bisa berkontribusi?)<br />
    Leadership is one of the  keys to good order in the society. What leadership role have you played in the past and how are you going to maintain/enhance it in the future upon completion of your study? (kepemimpinan adalah salah satu kunci tatanan masyarakat yang baik. Aspek kepemimpinan apa yang sudah Anda perankan di masa lalu dan bagaimana Anda mempertahankan atau meningkatkan itu setelah meyelesaikan studi di Australia?)<br />
    Do you think what you will learn in Australia can help you with your career? How? (apakah studi Anda di Australia akan bermanfaat untuk karir Anda? Bagaimana dan dalam hal apa?)<br />
    One of the most important things to enhance in Indonesia and also the world is entrepreneurship. How can you do this in your are of study and how your study in Australia will help you with this? (salah satu yang perlu digalakkan di Indonesia dan dunia adalah kemampuan wirausaha. Bagaimana Anda bisa melakukan ini di bidang ilmu Anda dan bagaimana pendidikan di Australia akan membantu Anda mewujudkan itu?)<br />
    One of the benefits of studying overseas is good international network. How are you going to establish it and how to utilise it for your career and for Indonesia? (salah satu keuntungan belajar di LN adalah terbentuknya jejaring internasional. Bagaimana Anda membentuk dan memanfaatkan jejaring itu?)<br />
    Indonesia has had a lot of experts in your area, right? How do you see you will be able to make a difference? (ada banyak ahli di bidang Anda di Indonesia. Bagaimana Anda akan membuat suatu perubahan atau perbedaan ke arah kemajuan?)<br />
    What is your plan regarding information dissemination (knowledge sharing) upon completion of your study? (apa rencana Anda dalam membagikan informasi/pengetahuan Anda setelah lulus nanti?)<br />
    What have you done so far to demonstrate your care to your field of study? (apa yang telah Anda lakukan selama ini sebagai pertanda Anda memiliki kepedulian terhadap bidang studi Anda?)<br />
    Australia has different seasons. How are you going to cope with cold winter, for example? (Australia punya musim yang berbeda dengan Indonesia. Sudah siap dengan musim dingin yang menggigil, misalnya?)<br />
    What have you done to gather information that will support your study in Australia? (apa yang telah Anda lakukan untuk mendukung studi Anda di Australia?)<br />
    How do you think Indonesia-Australia relationship at the moment? (menurut Anda, bagaimana hubungan antara Indonesia dan Australia saat ini?)<br />
    Is there anything in Indonesia or Australia that become your concern in relation to your proposed study? (adakah hal khusus terkait Indonesia atau Australia yang menjadi perhatian Anda terkait studi yang Anda usulkan?)<br />
    How do you think Indonesia and Indonesia can maintain or enhance their bilateral collaboration? (bagaimana Indonesia-Australia dapat memelihara atau meningkatkan kerjasamanya?)<br />
    Are you going to bring your family to Australia? if so/not, what motivate you? (apakah Anda akan membawa keluarga ke Australia? apa motivasinya?)<br />
    Family can either support of disturb your study. How do you see this? (kehadiran keluarga bisa mendukung atau mengganggu studi Anda. Menurut Anda bagaimana?)<br />
    What is the benefit of bringing family to Australia and how are you going to achieve that? (apa keuntungan membawa keluarga saat studi di Australia dan bagaimana anda meraih keuntungan itu?)<br />
    Bringing family to Australia is not easy. How ready are you with all the preparation? (membawa keluarga ke Australia bukan perkara mudah. Bagaimana Anda menyiapkan segala sesuatunya?)<br />
    Do you think you can contribute to Australia also in relation to your study? (selain mendapat manfaat, apakah Anda bisa berkontribusi juga bagi Australia sehubungan dengan studi Anda?)<br />
    Are you aware that there are misunderstandings between Indonesia and Australia sometimes? How do you think you can play a role in eradicating the misunderstandings? (apakah anda paham, kadang terjadi salah paham antara Indonesia dan Australia? Bagaimana Anda bisa berperan dalam mengurangi kesalahpahamann itu?<br />
    What do you think is the main problems Indonesia is facing currently and how will your study help Indonesia address the problems? (apakah masalah utama Indonesia saat ini dan bagaimana studi Anda akan membantu menyelesaikannya?)<br />
    Please describe your potential role in your society and your workplace upon returning to Indonesia and how your study will help you? (apa peran/potensi peran Anda di masyarakat dan tempat kerja dan bagaimana studi ini akan membantu Anda mencapai/menjalankan peran itu?)<br />
    If you are selected, you will be in a group of very special Indonesians. How are you going to use your privilege for the good of other not-very-lucky Indonesians?<br />
    When you are in Australia, how are you going to balance academic life and other activities? (saat berada di Australia, bagaimana Anda menyeimbangkan kehidupan akademik dan aktivitas lainnya?)<br />
    While in Australia, how important do you think for you to be involved in activities other than study? (selama berada di Australia, seberapa penting bagi Anda untuk mengikuti kegiatan di luar akademik?)<br />
    What problems do you think you will face in Australia and how are you preparing yourself for that? (kendala apa yang kira-kira akan Anda hadapi dan bagaimana Anda menyiapkan semua itu?)<br />
    Is there anything that you want to ask, add or comment? (apakah ada yang ingin Anda tanyakan, tambahkan atau komentari?)</p>
<p>Selamat bersiap-siap dan semoga berhasil. Jangan lupa mintakan doa kepada orang-orang yang Anda sayangi karena doa mereka yang akan menyempurnakan perjuangan yang tidak mudah ini. Seperti saya, mudah-mudahan Anda juga setuju bahwa doa ibu (di manapun beliau berada) sangatlah digdaya. Selamat berjuang kawan</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/theguru216.wordpress.com/911/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/theguru216.wordpress.com/911/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/theguru216.wordpress.com/911/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/theguru216.wordpress.com/911/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/theguru216.wordpress.com/911/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/theguru216.wordpress.com/911/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/theguru216.wordpress.com/911/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/theguru216.wordpress.com/911/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/theguru216.wordpress.com/911/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/theguru216.wordpress.com/911/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/theguru216.wordpress.com/911/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/theguru216.wordpress.com/911/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/theguru216.wordpress.com/911/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/theguru216.wordpress.com/911/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=theguru216.wordpress.com&amp;blog=3910405&amp;post=911&amp;subd=theguru216&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://theguru216.wordpress.com/2012/01/13/wawancara-ads/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a09739044e02e39c90ada5c7ef4cda22?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">theguru216</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>http://rosyidi.com/belajar-dari-jepang/</title>
		<link>http://theguru216.wordpress.com/2011/09/11/httprosyidi-combelajar-dari-jepang/</link>
		<comments>http://theguru216.wordpress.com/2011/09/11/httprosyidi-combelajar-dari-jepang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Sep 2011 01:47:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>theguru216</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://theguru216.wordpress.com/?p=908</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=theguru216.wordpress.com&amp;blog=3910405&amp;post=908&amp;subd=theguru216&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://rosyidi.com/belajar-dari-jepang/"></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/theguru216.wordpress.com/908/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/theguru216.wordpress.com/908/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/theguru216.wordpress.com/908/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/theguru216.wordpress.com/908/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/theguru216.wordpress.com/908/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/theguru216.wordpress.com/908/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/theguru216.wordpress.com/908/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/theguru216.wordpress.com/908/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/theguru216.wordpress.com/908/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/theguru216.wordpress.com/908/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/theguru216.wordpress.com/908/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/theguru216.wordpress.com/908/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/theguru216.wordpress.com/908/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/theguru216.wordpress.com/908/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=theguru216.wordpress.com&amp;blog=3910405&amp;post=908&amp;subd=theguru216&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://theguru216.wordpress.com/2011/09/11/httprosyidi-combelajar-dari-jepang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a09739044e02e39c90ada5c7ef4cda22?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">theguru216</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>http://motivasibeasiswa.org/2011/08/salwa-sukses-wawancara-beasiswa/</title>
		<link>http://theguru216.wordpress.com/2011/09/02/httpmotivasibeasiswa-org201108salwa-sukses-wawancara-beasiswa/</link>
		<comments>http://theguru216.wordpress.com/2011/09/02/httpmotivasibeasiswa-org201108salwa-sukses-wawancara-beasiswa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Sep 2011 10:13:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>theguru216</dc:creator>
				<category><![CDATA[Offshore' Scholarships]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://theguru216.wordpress.com/?p=906</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=theguru216.wordpress.com&amp;blog=3910405&amp;post=906&amp;subd=theguru216&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=theguru216.wordpress.com&amp;blog=3910405&amp;post=906&amp;subd=theguru216&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://theguru216.wordpress.com/2011/09/02/httpmotivasibeasiswa-org201108salwa-sukses-wawancara-beasiswa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a09739044e02e39c90ada5c7ef4cda22?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">theguru216</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Akhir tahun dan Awal tahun di Jepang</title>
		<link>http://theguru216.wordpress.com/2011/08/19/akhir-tahun-dan-awal-tahun-di-jepang/</link>
		<comments>http://theguru216.wordpress.com/2011/08/19/akhir-tahun-dan-awal-tahun-di-jepang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Aug 2011 22:38:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>theguru216</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Dari Jepang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://theguru216.wordpress.com/?p=903</guid>
		<description><![CDATA[Akhir tahun dan Awal tahun di Jepang In Serba-Serbi Jepang on Januari 5, 2011 at 3:06 am Tahun baru dan akhir tahun keduanya adalah masa yang paling sibuk dalam kehidupan masyarakat Jepang. Akhir tahun sejak tanggal 23 Desember adalah libur panjang di universitas tempat saya mengajar, di berbagai perkantoran libur akhir tahun berbeda-beda, namun tanggal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=theguru216.wordpress.com&amp;blog=3910405&amp;post=903&amp;subd=theguru216&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhir tahun dan Awal tahun di Jepang<br />
In Serba-Serbi Jepang on Januari 5, 2011 at 3:06 am</p>
<p>Tahun baru dan akhir tahun keduanya adalah masa yang paling sibuk dalam kehidupan masyarakat Jepang. Akhir tahun sejak tanggal 23 Desember adalah libur panjang di universitas tempat saya mengajar, di berbagai perkantoran libur akhir tahun berbeda-beda, namun tanggal 29 Desember orang Jepang mulai memenuhi angkutan umum, jalan-jalan untuk mudik.<span id="more-903"></span></p>
<p>Jika biasanya bepergian ke Tokyo dengan Shinkansen tidak perlu pesan reserved seat, karena non reserved seat masih lowong, maka pada akhir tahun menurut Japan Railway persentase penumpang shinkansen mencapai 150%. Artinya, banyak penumpang yang berdiri ! Oleh karenanya bepergian di tanggal-tanggal 28,29,30,31 hingga tanggal 3 Januari hendaknya memesan tiket jauh-jauh hari.</p>
<p>Di rumah-rumah Jepang pada akhir tahun mereka mengadakan “ousouji” (bersih-bersih rumah) yang umumnya harus dikerjakan bersama keluarga, karenanya semuanya perlu mudik <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  Setelah ousouji mereka akan menikmati mouchi, dan hidangan “osechi” (lihat gb). Tetapi apakah ada orang Jepang yang tidak mudik ? Ya, tetangga kamar saya, kakek dan nenek tidak mudik. Setiap hari saya mendengar suara radio diputar kencang-kencang oleh nenek, dan kakek di sebelah kiri kamar saya masih terdengar suara batuk-batuknya. Saya sama dengan mereka tidak bisa pulang kampung di tahun baru. Namun alasan kami mungkin berbeda. Saya karena tidak ada dana jadi tidak pulang, sedangkan mereka mungkin karena tidak ada keluarga. Seperti banyak dilaporkan belakangan ini persentase orang tua Jepang yang tinggal sendiri bertambah. Suatu problem kehidupan keluarga dalam masyarakat maju.</p>
<p>Sumber : http://chibariyo.up.seesaa.net/designimg/osechi.jpg</p>
<p>Toko-toko menawarkan “fukubukuro”　（福袋）, yaitu lucky bag yang isinya sejumlah produk yang dihargai lebih murah. Untuk membeli ini di beberapa toko terkenal, orang-orang Jepang sudah antri sejak malam. Misalnya saja toko Apple Inc. menawarkan fukubukuro seharga 30 ~60 ribu yen yang diincar banyak orang karena isinya adalah iPad, iPhone nano, dan beberapa asesoris Apple lainnya. Toko-toko elektronik menjadi penuh dengan pembeli karena pada akhir tahun semua produk dijual murah, karena sebentar lagi produk baru akan dirilis. Saking cepatnya produksi barang-barang elektronik, harga-harga produk lama pun semakin turun, terkecuali beberapa produk yang memang terkenal bagus, seperti laptop Panasonic Let’s Note, yang harganya tidak bergeming dari sekitar 160 ribuan ke atas.</p>
<p>Tahun ini bulan Juli, semua channel TV di Jepang akan menggunakan Digital TV yang dikenal dengan program 地ディジ化(chidijika). TV yang saat ini masih berlaku di Jepang adalah Analog TV. Dengan berlakunya Digital TV kelak, semua TV-TV analog tidak bisa menangkap siaran, alias hanya akan muncul “semut-semut burem” di layar TV. Oleh karenanya sudah sejak setahun yang lalu himbauan untuk mengganti TV dan mempersiapkan antena khusus Digi TV disiarkan di layar TV dan diiklankan besar-besaran. Efek kebijakan ini tentu saja akan membawa proses pembelian TV baru atau mungkin tidak membeli TV sebab TV lama tetap dapat dipakai hanya saja perlu penambahan ISDB (Integrated Service Digital Broadcasting) receiver. Sayangnya ISDB receiver cukup mahal di Jepang, sehingga sekalipun dikampanyekan tetap saja konsumen bergerak lambat meresponnya.</p>
<p>Akhir tahun di Jepang juga ditandai dengan siaran 24 jam beberapa channel TV, dan siaran ulang sebagai kompilasi beberapa acara menarik. Pada tanggal 31 Desember saya menikmati 6 jam siaran “Ikegami Akira Manaberu Nyuusu” yang menyampaikan pengetahuan berharga dari berbagai berita yang ada. Sejumlah kajian menarik tentang kelahiran dan status agama Yahudi, Kristen dan Islam disajikan, juga tentang poligami. Tampaknya Pak Ikegami dan mungkin ilmuwan Islam Jepang lebih memahami tentang eksistensi poligami ketimbang orang Islam <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  Pada kesempatan acara tersebut pemirsa diberi kesempatan bertanya lebih jauh tentang tema yang dibahas melalui telepon, dan sangat mencengangkan ada puluhan ribu penanya yang dijawab secara berketerusan di sela-sela pembahasan tema. Sayangnya hanya ada 100 pertanyaan yang bisa diselesaikan hingga akhir acara. Saya sangat puas menonton acara ini sekalipun hingga jam 1 pagi.</p>
<p>Tidak sama dengan Indonesia atau negara lain yang membunyikan terompet atau sama-sama menghitung detik-detik menjelang akhir tahun, tidak ada satupun channel TV di Jepang yang melakukan ini. Acara-acara akhir tahun berlangsung seperti biasa ketika jam menunjukkan pukul 00.00. Memang ada beberapa TV yang menyiarkan suasasan pergantian tahun di negara lain, tapi tidak ada pawai atau parade terompet seperti di Indonesia. Ya, di akhir tahun tampaknya banyak orang Jepang yang berdiam di rumah, atau bepergian ke luar negeri. Mereka sangat diuntungkan dengan yen yang tinggi, sehingga biaya melakukan perjalanan ke luar negeri menjadi cukup murah bagi orang Jepang <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Begitulah, akhir tahun tidak terlalu hiruk pikuk di sekitar apartemen saya, tetapi di luar sana, melalui layar TV saya menyaksikan jalanan yang menghubungkan antar provinsi macet total, dan pertokoan ramai diserbu pada saat awal penjualan tahun baru (初売り）yaitu tanggal 2 Januari. Lalu, TV-TV mulai ramai mewawancarai para pejabat, artis, selebritis, petani, warga biasa tentang bagaimana tahun 2011, tahun kelinci ini.</p>
<p>Bagaimana kondisi ekonomi Jepang tahun ini, adalah topik yang paling banyak dibicarakan. Sebagian besar pesimis dengan kondisi yen yang masih tinggi dan politisi yang masih bertengkar. Sekalipun demikian semuanya harus punya kepercayaan diri untuk mengawali dan menghadapi tahun ini, sebagaimana saat ini saya menyaksikan berita tentang pasar ikan maguro yang dibuka dengan tradisi Jepang. Penjualan maguro pertama seberat 342 kg dengan harga mencengangkan, 32,49 juta yen yang dibeli oleh seorang pemilik restoran di Sapporo.</p>
<p>Demikianlah masyarakat Jepang meninggalkan dan menghadapi tahun baru dengan penuh keunikannya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/theguru216.wordpress.com/903/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/theguru216.wordpress.com/903/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/theguru216.wordpress.com/903/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/theguru216.wordpress.com/903/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/theguru216.wordpress.com/903/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/theguru216.wordpress.com/903/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/theguru216.wordpress.com/903/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/theguru216.wordpress.com/903/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/theguru216.wordpress.com/903/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/theguru216.wordpress.com/903/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/theguru216.wordpress.com/903/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/theguru216.wordpress.com/903/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/theguru216.wordpress.com/903/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/theguru216.wordpress.com/903/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=theguru216.wordpress.com&amp;blog=3910405&amp;post=903&amp;subd=theguru216&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://theguru216.wordpress.com/2011/08/19/akhir-tahun-dan-awal-tahun-di-jepang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a09739044e02e39c90ada5c7ef4cda22?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">theguru216</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>LOmba Best Practice 2011</title>
		<link>http://theguru216.wordpress.com/2011/08/03/lomba-best-practice-2011/</link>
		<comments>http://theguru216.wordpress.com/2011/08/03/lomba-best-practice-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Aug 2011 08:58:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>theguru216</dc:creator>
				<category><![CDATA[Untukmu Guruku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://theguru216.wordpress.com/?p=901</guid>
		<description><![CDATA[Lomba Penulisan Pengalaman Terbaik (Best Practice) Guru Tahun 2011 Posted on 2 Agustus 2011 by guss! i Rate This Quantcast Lomba Penulisan Pengalaman Terbaik (Best Practice) Guru Tahun 2011 Latar Belakang Berdasarkan peraturan-peraturan yang telah ada dalam peningkatan mutu dan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan, guru wajib melaksanakan kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) yang dapat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=theguru216.wordpress.com&amp;blog=3910405&amp;post=901&amp;subd=theguru216&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lomba Penulisan Pengalaman Terbaik (Best Practice) Guru Tahun 2011<br />
Posted on 2 Agustus 2011 by guss!</p>
<p>i<br />
Rate This</p>
<p>Quantcast</p>
<p>Lomba Penulisan Pengalaman Terbaik (Best Practice) Guru Tahun 2011</p>
<p>Latar Belakang<br />
Berdasarkan peraturan-peraturan yang telah ada dalam peningkatan mutu dan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan, guru wajib melaksanakan kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) yang dapat terdiri atas kegiatan (a) pengembangan diri, (b) publikasi ilmiah, dan (c) karya inovatif.<br />
Publikasi ilmiah, di antaranya dapat berupa tinjauan ilmiah di bidang pembelajaran. Isi dari publikasi llmiah tersebut, dapat berupa laporan dan pengalaman-pengalaman terbaik yang telah dilakukan oleh para guru dalam melaksanakan tugasnya.<span id="more-901"></span><br />
Bila pengalaman terbaik tersebut dipublikasikan, maka akan dapat menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi guru yang lain, dan sekaligus juga merupakan kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan dan guru yang menulis.<br />
Guna meningkatkan kemauan guru dalam mempublikasikan pengalaman terbaiknya, maka diadakanlah kegiatan penulisan Best Practice Guru Tulisan Pengalaman Terbaik (Best Practice) guru adalah tulisan yang dibuat guru yang berisi laporan uraian pengalaman nyata guru dalam memecahkan berbagal masalah pelaksanaan pombelajaran dan/atau masalah pengelolaan yang ada di kelas (bagi guru) atau di satuan pendidikan (bagi kepala sekolah).</p>
<p>Kerangka Penulisan</p>
<p>   1. Best Practice guru diketik dengan menggunakan huruf Times New Roman ukuran 12, spasi 1,5, di atas kertas ukuran A4 70 gr, tidak bolak-balik. Jumlah halaman minimal 12 dan maksimal 50 (tidak termasuk bab awal dan lampiran)<br />
   2. Jarak pengetikan bagian atas 3,0 cm dan bawah 2,5 cm, bagian tepi kiri 3,0cm dan kanan 2,5 cm.<br />
   3. Naskah dibendel rapi dengan menggunakan sampul berwarna biru muda.<br />
   4. Kerangka isi penulisan diatur sebagai berikut. (a) Bagian Awal terdiri atas halaman judul; lembaran persetujuan; kata pengantar; daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, dan daftar lampiran (bila ada); serta abstrak atau ringkasan. (b) Bagian Isi terdiri atas Bab Pendahuluan tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan, dan manfaat; Bab Kajian/ Tinjauan Pustaka berisi keterkaitan antara permasalahan yang dihadapi dengan berbagal teori, hasil-hasil penelitian, atau pengalaman-pengalaman terdahulu sebagai dasar teoretis terhadap apa yang dilakukan oleh guru dalam memecahkan permasalahannya; Bab Pembahasan Masalah menguraikan langkah-langkah atau cara-cara dalam memecahkan masalah yang dituangkan secara rinci. Hal yang sangat perlu disajikan pada bab ini adalah keaslian dan kejelasan ide/gagasan terkalt dengan upaya pemecahan masalah di kelas atau satuan pendidikannya. Uraian ini merupakan inti tulisan Best Practice; Bab Simpulan dan Saran berisi uraian tentang hal-hal yang dapat dipetik sarinya dari pengalaman berharga tersebut. SimpuIan diikuti dengan saran atau rekomendasi terhadap pihak terkait. (C) Bagian Penunjang berisi daftar pustaka dan lampiran-lampiran tentang semua data yang dipakai untuk menunjang tulisan tersebut.</p>
<p>Penulisan Best Practice</p>
<p>   1. Peserta kegiatan ini adalah guru atau kepala sekolah dari jenjang SMA/SMK/ SMLB.<br />
   2. Penulisan laporan Best Practice dilakukan perseorangan.<br />
   3. Kelengkapan yang harus dikirim kepada panitia:</p>
<p>    * Laporan tertulis sebanyak 2 (dua) eksemplar.<br />
    * Naskah sajian (print-out) presentasi yang berupa tayangan PowerPoint, dengan jumlah slide sekitar 10 – 20 buah, untuk presentasi yang akan dilakukan selama 15 menit.<br />
    * CD yang berisi laporan lengkap dalam format Microsoft Word, dan juga berisi naskah presentasi dalam Format Microsoft PowerPoint.</p>
<p>Penilaian<br />
Penilaian dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dilakukan penilaian administratif dan substansi tulisan. Peserta yang lolos tahap seleksi ini diundang melakukan presentasi di Jakarta. Tahap kedua dilakukan penilaian berdasarkan substansi tulisan, orisinalitas dan hasil presentasi.</p>
<p>Penghargaan<br />
Penulis dan penyaji terbaik pada kegiatan Pengalaman Terbaik (Best Practice) akan memperoleh hadiah yang berupa uang pembinaan, sertifikat tingkat nasional dan penghargaan lainnya.</p>
<p>Pengiriman Laporan Best Practice<br />
Laporan yang telah selesai (dan telah mendapat pengesahan) beserta CD dikirim ke panitia paling lambat 31 Agustus 2011.</p>
<p>PANITIA PENULISAN BEST PRACTICE<br />
Subdit Program dan Evaluasi<br />
Direktorat PPTK Pendidikan Menengah Ditjen Pendidikan Menengah<br />
Kemendiknas Gedung D Lantai 12, Jalan Jenderal Sudirman,<br />
Pintu 1 Senayan. Jakarta 10270 Teip. 021-57974108 (jam kerja)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/theguru216.wordpress.com/901/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/theguru216.wordpress.com/901/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/theguru216.wordpress.com/901/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/theguru216.wordpress.com/901/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/theguru216.wordpress.com/901/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/theguru216.wordpress.com/901/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/theguru216.wordpress.com/901/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/theguru216.wordpress.com/901/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/theguru216.wordpress.com/901/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/theguru216.wordpress.com/901/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/theguru216.wordpress.com/901/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/theguru216.wordpress.com/901/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/theguru216.wordpress.com/901/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/theguru216.wordpress.com/901/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=theguru216.wordpress.com&amp;blog=3910405&amp;post=901&amp;subd=theguru216&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://theguru216.wordpress.com/2011/08/03/lomba-best-practice-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a09739044e02e39c90ada5c7ef4cda22?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">theguru216</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sepiring Nasi Penuh Cinta</title>
		<link>http://theguru216.wordpress.com/2011/07/29/sepiring-nasi-penuh-cinta/</link>
		<comments>http://theguru216.wordpress.com/2011/07/29/sepiring-nasi-penuh-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jul 2011 23:04:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>theguru216</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasiku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://theguru216.wordpress.com/?p=898</guid>
		<description><![CDATA[Pada malam itu, Sue bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, Sue segera pergi meninggalkan rumah tanpa membawa apa pun. Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang. Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah Rumah Makan, dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan sepiring nasi, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=theguru216.wordpress.com&amp;blog=3910405&amp;post=898&amp;subd=theguru216&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada malam itu, Sue bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, Sue segera pergi meninggalkan rumah tanpa membawa apa pun.</p>
<p>Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang.</p>
<p>Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah Rumah Makan, dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan sepiring nasi, tetapi ia tidak mempunyai uang<span id="more-898"></span>.</p>
<p>Pemilik Rumah Makan melihat Sue berdiri cukup lama di depan etalasenya, lalau bertanya, “Nona, apakah kau ingin sepiring nasi?” “Tetapi, aku tidak membawa uang,” jawab Sue dengan malu-malu.</p>
<p>“Tidak apa-apa, aku akan memberimu sepiring nasi,” jawab pemilik Rumah Makan. “Silahkan duduk, aku akan menghidangkannya untukmu.”</p>
<p>Tidak lama kemudian, pemilik Rumah Makan itu mengantarkan sepiring nasi dengan lauk pauknya. Sue segera makan dengan nikmatnya dan kemudian air matanya mulai berlinang. “Ada apa Nona?” tanya pemilik Rumah Makan.</p>
<p>“Tidak apa-apa. Aku hanya terharu,” jawab Sue sambil mengeringkan air matanya.</p>
<p>“Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberiku sepiring nasi! Tapi,…. Ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah. Bapak seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri,” katanya kepada si pemilik Rumah Makan.</p>
<p>Pemilik Rumah Makan itu setelah mendengar perkataan Sue, menarik napas panjang, dan berkata, “Nona, mengapa kau berpikir seperti itu?. Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu sepiring nasi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak makanan untukmu saat kau masih kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya.”</p>
<p>Sue terhenyak mendengar hal tersebut.</p>
<p>“Mengapa aku tidak berpikir tentang hal tersebut? Untuk sepiring nasi dari orang yang baru kukenal aku begitu berterima kasih, tetapi kepada ibuku yang telah memasak makanan untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihakan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.”</p>
<p>Sue menghabiskan nasinya dengan cepat. Lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya.</p>
<p>Sambil berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yang harus diucapkannya kepada ibunya. Akhirnya, ia memutuskan untuk mengatakan, “Ibu,maafkan aku, aku tahu bahwa aku bersalah.”</p>
<p>Begitu sampai di depan pintu, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas, karena telah mencarinya ke semua tempat. Ketika ibunya melihat Sue, kalimat pertama yang keluar dari mulut ibunya, “Sue, cepat masuk, ibu telah menyiapkan makan malam untukmu dan makanan itu akan menjadi dingin jika kau tidak segera mamakannya.”</p>
<p>Sue sangat terharu melihat kasih ibunya yang begitu besar kepadanya, ia tidak dapat menahan air matanya dan ia menangis di hadapan ibunya.</p>
<p>Sekali waktu, mungkin kita akan sangat berterima kasih kepada orang lain di sekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikannya kepada kita. Tetapi, kepada orang yang sangat dekat dengan kita, khususnya orang tua kita, pernahkah kita berpikir untuk berterima kasih kepada mereka yang telah merawat, membesarkan, mendidik dan melimpahkan kasih sayangnya kepada kita???</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/theguru216.wordpress.com/898/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/theguru216.wordpress.com/898/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/theguru216.wordpress.com/898/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/theguru216.wordpress.com/898/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/theguru216.wordpress.com/898/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/theguru216.wordpress.com/898/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/theguru216.wordpress.com/898/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/theguru216.wordpress.com/898/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/theguru216.wordpress.com/898/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/theguru216.wordpress.com/898/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/theguru216.wordpress.com/898/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/theguru216.wordpress.com/898/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/theguru216.wordpress.com/898/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/theguru216.wordpress.com/898/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=theguru216.wordpress.com&amp;blog=3910405&amp;post=898&amp;subd=theguru216&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://theguru216.wordpress.com/2011/07/29/sepiring-nasi-penuh-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a09739044e02e39c90ada5c7ef4cda22?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">theguru216</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>RACUN KEBAJIKAN</title>
		<link>http://theguru216.wordpress.com/2011/07/29/racun-kebajikan/</link>
		<comments>http://theguru216.wordpress.com/2011/07/29/racun-kebajikan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jul 2011 22:53:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>theguru216</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasiku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://theguru216.wordpress.com/?p=896</guid>
		<description><![CDATA[Kisah ini terjadi di Cina pada zaman dahulu. Ada seorang wanita yang bernama Ling-ling, ia merupakan istri dari Aloy, seorang pria yang hidup mapan, dan mempunyai seorang ibu. Ling-ling, merupakan seorang istri yang baik. Namun ia merasakan bahwa mertuanya, ibu dari suaminya Aloy, sangat tidak menyukainya. Ia merasakan bahwa apapun yang ia lakukan salah di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=theguru216.wordpress.com&amp;blog=3910405&amp;post=896&amp;subd=theguru216&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kisah ini terjadi di Cina pada zaman dahulu. Ada seorang wanita yang bernama Ling-ling, ia merupakan istri dari Aloy, seorang pria yang hidup mapan, dan mempunyai seorang ibu. Ling-ling, merupakan seorang istri yang baik. Namun ia merasakan bahwa mertuanya, ibu dari suaminya Aloy, sangat tidak menyukainya. Ia merasakan bahwa apapun yang ia lakukan salah di hadapan mertuanya. Ling-ling merasa bahwa mertuanya ini sangat tidak menyenangkan. Ia merasakan bahwa ia tidak dapat cocok dengan ibu mertuanya. Kepribadian mereka berbeda. Ling-ling merasa dikritik terus oleh mertuanya ini. Waktu berjalan, hari ke hari, minggu ke minggu, bulan ke bulan, Ling-ling merasa sudah tidak nyaman lagi dengan mertuanya ini.<span id="more-896"></span></p>
<p>Walau tidak terjadi pertengkaran mulut, namun suasana saling diam itu berlangsung antara Ling-ling dan mertuanya. Suasana ini juga membuat Aloy menjadi serba salah dan tidak tenang.</p>
<p>Akhirnya Ling-ling merasa tidak tahan lagi dengan sikap mertuanya, dan memutuskan untuk mengambil tindakan.</p>
<p>Ling-ling akhirnya memutuskan menemui Mr.Li, sahabat baik ayahnya, yang punya usaha pengobatan tradisional Cina. Ia berkeluh kesah, menceritakan segala keburukan sikap mertuanya yang dirasakannya, dan berharap agar Mr.Li mau memberikannya sebuah racun untuk mertuanya ini agar semua keributan dan ketegangan dapat hilang.</p>
<p>Mr.Li diam sejenak mendengarkan semua ucapan Ling-ling, kemudian dia berkata,”Oke, saya akan membantu kamu. Saya akan memberikan sebuah racun yang ampuh buat mertuamu. Racun yang membunuh perlahan-lahan, jadi tidak mendadak, agar tidak menimbulkan kecurigaan orang-orang. Racun ini akan bekerja setahun, jadi kalau mulai dipakai, setahun kemudian orang yang memakan racun ini akan mati.  Nah, kamu harus melakukan apa yang saya sarankan, kamu bersedia?”</p>
<p>“Ya,..saya bersedia Mr.Li. Saya akan melakukan apapun agar ketegangan yang ada selama ini bisa hilang,”jawab Ling-ling.</p>
<p>“Oke. Kamu masakkan makanan yang enak-enak buat mertuamu itu, dan campurkan racun ini di setiap hari masakan kamu, jadi racun ini bekerja sedikit demi sedikit. Nah, untuk tidak menimbulkan kecurigaan orang-orang pada waktu ia meninggal, kamu harus bersikap baik dan bertindak ramah terhadap mertuamu itu. Janganlah berdebat dengannya, taati kata-katanya, perlakukan dia seperti kamu memperlakukan ayah ibumu dulu,”jelas Mr.Li pada Ling-ling.</p>
<p>“oke. saya akan lakukan apa yang Mr.Li sarankan,”jawab Ling-ling sambil menerima racun itu. Lantas ia pun pulang ke rumah dengan berseri-seri.</p>
<p>Ia pun melakukan apa yang diperintahkan Mr.Li. Ia setiap harinya memasakkan makanan-makanan enak buat mertuanya, dan bersikap baik dan ramah pada mertuanya. Ia pun menghindari perdebatan dengan mertuanya. Ia belajar mengendalikan emosinya, menghormati mertuanya, agar orang-orang tidak curiga padanya nanti.</p>
<p>Hari demi hari berlalu, minggu demi minggu berlalu, bulan demi bulan berlalu. Ling-ling bersikap baik pada ibu mertuanya, melayani dengan baik, memasakkan makanan yang enak setiap harinya, dan tidak berdebat lagi. Ia sudah belajar mengendalikan emosinya, memperlakukan ibu mertuanya seperti ibunya sendiri.</p>
<p>Sepuluh bulan berlalu. Rumah yang biasanya penuh ketegangan dan keributan, menjadi damai dan tenang. Tidak pernah lagi terdengar cekcok antara Ling-ling dan mertuanya. Sekalipun ada perbedaan pendapat, Ling-ling tidak lagi berdebat dengan mertuanya, yang sekarang kelihatan jauh lebih ramah, baik, enak diajak ngobrol dan mudah ditemani. Semuanya berubah.</p>
<p>Sikap ibu mertua berubah jauh dirasakan Ling-ling. Mertuanya dirasakan sangat baik dan mempunyai kepribadian yang ternyata menyenangkan, sama seperti ibunya Ling-ling. Mertuanya pun terus bercerita pada teman-temannya bahwa Ling-ling adalah menantu yang baik. Hubungan mereka berjalan seperti layaknya seorang ibu dan anak.</p>
<p>Memasuki bulan ke-11,  Ling-ling merasa gelisah. Ia merasa berdosa besar telah memberikan racun pada mertuanya yang ternyata berhati baik dan mempunyai kepribadian menyenangkan pada dirinya. Ia bergegas menemui Mr.Li untuk minta pertolongan.</p>
<p>“Mr.Li…tolonglah saya. Saya merasa berdosa sekali terhadap ibu mertua saya. Saya telah memberikan racun yang dulu saya minta, selama 11 bulan berjalan ini. Ibu mertua saya ini baik sekali dan menghargai semua pendapat-pendapatku. Saya mohon agar Mr.Li dapat memberikan penawar buat racun yang sudah saya berikan ini.. Saya mohon… Saya tidak ingin ibu mertua saya meninggal… Saya mohon..tolong berikan penawarnya…” Pinta Ling-ling pada Mr.Li.</p>
<p>Mr.Li hanya tersenyum, “Ling-ling, kamu tidak usah khawatir. Saya tidak pernah memberimu racun agar kamu berikan pada ibu mertuamu. Yang saya berikan dulu dan kamu campurkan ke dalam masakanmu itu adalah vitamin. Satu-satunya racun yang pernah ada adalah di dalam pikiran dan sikapmu terhadapnya. Tapi semuanya sekarang sudah lenyap berkat kasih sayang yang engkau berikan pada ibu mertuamu..</p>
<p>Nah, teman-teman.. cerita ini selalu saya ingat.. Saya terapkan dalam kehidupan saya..  Cerita ini membawa hikmah kehidupan berarti bagi saya pribadi.. membantu menjadikan saya di proses menuju kebijakan.. cerita ini juga memotivasi saya dalam membina hubungan…</p>
<p>Bagaimana menurut pendapat anda tentang cerita ini? Apa inti dari cerita ini??</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/theguru216.wordpress.com/896/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/theguru216.wordpress.com/896/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/theguru216.wordpress.com/896/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/theguru216.wordpress.com/896/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/theguru216.wordpress.com/896/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/theguru216.wordpress.com/896/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/theguru216.wordpress.com/896/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/theguru216.wordpress.com/896/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/theguru216.wordpress.com/896/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/theguru216.wordpress.com/896/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/theguru216.wordpress.com/896/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/theguru216.wordpress.com/896/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/theguru216.wordpress.com/896/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/theguru216.wordpress.com/896/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=theguru216.wordpress.com&amp;blog=3910405&amp;post=896&amp;subd=theguru216&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://theguru216.wordpress.com/2011/07/29/racun-kebajikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a09739044e02e39c90ada5c7ef4cda22?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">theguru216</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
