Setelah sempat di atas angin karena dukungan Komisi III DPR, Polri kembali terpojok lagi. Adalah Wiliardi Wizar yang di depan persidangan membongkar rekayasa 'karya' atasannya terhadap kasus Antasari Azhar.
Pengakuan Wiliardi Wizar tentang rekayasan penahanan Antasari Azhar perlu diungkap. 3 Nama penyidik Polri yang disebut Wiliardi dalam persidangan harus diperiksa di persidangan untuk mengungkap kebenaran pengakuan Wiliardi.
Rapat antara Kompak dengan Komisi III DPR semalam berlangsung ricuh. Saat ketegangan berlangsung, Wakil Ketua Komisi III Azis Syamsuddin tiba-tiba saja menutup rapat itu secara sepihak. Sikap tersebut dipertanyakan.
Effendi Gazali menilai pertanyaan-pertanyaan yang diajukan olehnya tak memperoleh jawaban memuaskan dari anggota Komisi III. Jawaban yang dilontarkan oleh wakil rakyat tersebut penuh retorika.
Kendala bahasa Arab banyak dialami semua jamaah calon haji Indonesia, sehingga banyak yang tidak mau dirawat di rumah sakit. BPHI berupaya menghilangkan kendala itu dengan membagikan kartu bergambar tiga bahasa.
Masalah klasik masih mengintai penegakkan kedaulatan dan keamanan perbatasan di Provinsi Kepulauan Riau. Namun di balik segala kekurangan tersebut, masih ada rasa optimistis unsur-unsur TNI menjaga kedaulatan NKRI.
Presiden SBY diminta tidak menjadi tameng Polri dan Kejaksaan Agung dalam menangani kasus Bibit dan Chandra. Presiden SBY didesak mencopot Kapolri dan Jaksa Agung sebagai kompensasi ketidakprofesionalan kinerja keduanya.
Tim pengacara Antasari Azhar bergerak cepat. Usai mendengar kesaksian bahwa penahanan kliennya telah dikondisikan oleh sejumlah petinggi Polri, mereka segera melapor ke Komnas HAM.
Kubu Antasari Azhar sempat curiga dengan sosok Wiliardi Wizar. Kesaksiannya dalam BAP dinilai penuh dengan kebohongan. Namun penilaian itu sekarang berubah total.